RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Implementasi pendidikan karakter tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas. Keluarga besar SD Muhammadiyah Kajen membuktikannya dengan terjun langsung ke lokasi bencana untuk membantu warga terdampak banjir di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Kamis (5/2/2026).
Dalam kegiatan bertajuk Praktek Pembelajaran Langsung (PPL) tersebut, perwakilan siswa kelas 5A, 5B, dan 5C mendistribusikan sedikitnya 100 paket sembako. Dengan didampingi guru Ismuba dan tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kabupaten Pekalongan, para siswa harus menerjang genangan air guna memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil dari penggalangan dana cepat yang dilakukan secara kolektif oleh seluruh warga sekolah sejak Rabu (4/2/2026). Respon cepat tersebut menunjukkan tingginya solidaritas civitas akademika SD Muhammadiyah Kajen terhadap krisis kemanusiaan di wilayah pesisir.
Baca Juga:Tragedi Ban Hanyut di Sungai Kalibodri Kendal, Dua Warga Selamat, Satu Korban Masih Hilang MisteriusKejari Batang Bongkar Maladministrasi PLN, Rp 7,3 Miliar Kelebihan Bayar Kembali ke Kas Daerah
Perwakilan guru Ismuba SD Muhammadiyah Kajen menyatakan bahwa aksi ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai empati dan pengorbanan sejak dini kepada para siswa.
“Kegiatan ini adalah implementasi dari 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam aspek bermasyarakat. Kami ingin menanamkan rasa empati, semangat berkorban, dan berbagi secara langsung. Dengan melihat kondisi banjir di lapangan, siswa belajar menghargai keadaan dan peduli pada sesama,” ujarnya di sela-sela penyaluran bantuan.
Membentuk Karakter SMART Melalui Aksi Nyata
Program ini selaras dengan identitas SD Muhammadiyah Kajen sebagai “Sekolah Berkarakter SMART” (Sholih, Mandiri, Amanah, Rajin, dan Tertib). Pihak sekolah meyakini bahwa keterlibatan langsung dalam masalah sosial akan memberikan dampak psikologis positif bagi perkembangan mental anak.
Kehadiran para siswa di tengah bencana banjir yang melanda Tirto ini juga diharapkan menjadi pemantik semangat bagi warga yang terdampak untuk tetap tegar menghadapi ujian alam.
“Semoga bencana banjir ini segera surut dan saudara-saudara kita yang terkena ujian diberi kesabaran ekstra. Harapannya, bantuan kecil dari siswa-siswi kami ini bisa bermanfaat bagi warga Tegaldowo,” imbuhnya secara lugas.
Hingga saat ini, Desa Tegaldowo merupakan salah satu titik terparah yang terendam banjir di Kabupaten Pekalongan. Aksi sosial yang diinisiasi oleh sekolah ini mendapatkan apresiasi dari warga setempat yang merasa terbantu dengan adanya tambahan logistik pangan di tengah keterbatasan akses mobilitas akibat genangan air. (mal)
