Menurut Ensiklopedi Kuliner LIPI, colenak adalah kudapan kaki lima Tatar Sunda yang populer di Purwakarta dan wilayah sekitarnya.
Colenak, seperti nama makanan khas Sunda lainnya, berasal dari singkatan frasa dalam bahasa Sunda. Dalam kasus ini, colenak berasal dari kata “dicocol enak”, yang berarti menikmati makanan.
Seperti namanya, colenak dibuat dari tape singkong atau peuyeum yang dibakar, dan disajikan dalam bungkus daun pisang atau kertas minyak. Hidangan ini biasanya disajikan dengan mencocolkan tape bakar ke dalam saus gula merah menggunakan garpu kecil.
Baca Juga:Glamping Hits di Wonosobo dengan Suasana Sejuk Ini 4 Pilihan PopulerWonosobo Punya Banyak Spot Instagramable, Ini 3 Rekomendasi Glamping Menarik
Rasa singkong yang manis, kelapa yang gurih, dan kacang yang renyah membentuk rasa dan tekstur unik dari camilan ini. Colenak paling enak dimakan saat masih hangat, terutama dengan teh panas.
Colenak telah berkembang dalam variasi rasanya seiring waktu. Sekarang Anda dapat menemukan jenis baru seperti colenak durian, yang terbuat dari campuran durian matang dan gula merah, dan colenak pisang, yang memiliki rasa yang berbeda.
Sebagian orang percaya bahwa popularitas Colenak berasal dari usaha Aki Murdi yang menjual camilan ini di Bandung sejak tahun 1930. Usaha ini kemudian dikenal sebagai Colenak Murdi Putra, dan lokasinya sekarang berada di Jalan Ahmad Yani, Bandung. Dengan tiga pilihan utama: durian, nangka, dan original, toko ini menjadi pioner.
4. Kopi Aroma
Toko kopi terkenal di Bandung, Kopi Aroma, atau Koffie Fabriek Aroma, menjual dua jenis kopi utama: Mokka Arabika dan Robusta. Ketika Anda melewati daerah Jalan Banceuy, Anda sering menemukan bau kopi lokal yang menggoda untuk dicium. Widyapratama adalah penerus generasi kedua dari bisnis kopi ini, yang didirikan oleh Tan Houw Sian pada tahun 1930.
Jika Anda ingin membeli kopi ini untuk oleh-oleh, tidak disarankan untuk membeli sejumlah besar, seperti sepuluh kilogram. Sebaliknya, orang harus membeli secukupnya untuk menjaga aroma dan kualitas kopi selama dua minggu hingga satu bulan.
Kualitas yang selalu terjaga dan aroma yang menggoda, membuat toko ini sering dipadati pembeli yang bahkan rela mengantre sebelum gerai buka pukul 09.00 WIB.
