RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, mengimbau seluruh pasangan suami istri, khususnya pengantin baru, untuk terus menjaga keharmonisan rumah tangga demi membangun keluarga yang berkualitas. Imbauan ini disampaikannya usai membuka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) tingkat kecamatan di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Timur.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua BP4 Kota Pekalongan, Balgis menyoroti pentingnya kesiapan mental dan kedewasaan usia sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Menurut dia, pernikahan di bawah umur yang belum memenuhi standar ketentuan perundang-undangan memiliki kerentanan tinggi berujung pada perceraian.
“Memang di bulan Syawal ini banyak masyarakat yang melangsungkan pernikahan. Kami berharap pasangan yang menikah benar-benar telah memenuhi aturan, terutama dari sisi usia. Hal ini penting karena pernikahan di bawah usia dewasa cukup rentan terhadap perceraian,” ujar Balgis dalam keterangannya.
Baca Juga:Kejutan Muscab! Niken Larasati Mundur dari Bursa Ketua PKB Kendal, Pilih Fokus Urus Muslimat NUHadiri Harlah ke-80, Wawalkot Balgis Minta Muslimat NU Jawab Tantangan Zaman
Balgis tidak memungkiri bahwa grafik perceraian saat ini tengah menunjukkan tren peningkatan, tidak terkecuali di Kota Pekalongan. Ia memandang masifnya digitalisasi menjadi salah satu faktor eksternal yang turut membawa dinamika baru dan memicu konflik dalam bahtera rumah tangga.
Merespons fenomena tersebut, BP4 Kota Pekalongan bersama jajaran di tingkat kecamatan terus mengintensifkan program edukasi, motivasi, serta pendampingan bagi pasangan suami istri. Langkah preventif ini bertujuan agar pernikahan yang didera konflik dapat dimediasi dan dipertahankan.
“Melalui BP4, kami terus melakukan edukasi bahwa jika pernikahan masih bisa dipertahankan, maka sebaiknya dipertahankan. Namun jika memang harus berakhir, diharapkan dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, serta tetap menjaga silaturahmi,” kata Balgis memaparkan peran lembaganya.
Tingginya Animo Pernikahan di Bulan Syawal
Di sisi lain, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Mohamad Arifudin, membenarkan bahwa intensitas pernikahan di Kota Pekalongan selama bulan Syawal tahun ini tergolong cukup tinggi.
Masyarakat luas masih memegang kuat kepercayaan bahwa Syawal adalah bulan yang sarat akan keberkahan untuk memulai biduk rumah tangga.
