Langkah taktis ini dinilai krusial untuk melacak pergerakan pasien yang kerap berpindah domisili, sehingga pengawasan dan koordinasi medis tidak terputus.
“Dengan koordinasi ini, pasien tetap bisa dimonitor meskipun berpindah tempat,” kata Setiyowati memaparkan fungsi inovasi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Batang berharap, kolaborasi penanganan medis terpadu dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan (skrining) sebelum merencanakan kehamilan dapat menekan laju angka kematian ibu di masa depan. (nov)
