RADARPEKALONGAN.ID – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 dimaknai PT Jasa Raharja sebagai penguatan semangat transformasi pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, perusahaan terus meningkatkan kualitas perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas.
Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Harkitnas tahun ini menegaskan pentingnya menjaga kualitas generasi bangsa melalui pembangunan yang berorientasi pada keselamatan, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik yang responsif.
Baca Juga:512 Siswa MI dari Dabin 3 Pekalongan Ikuti Peragaan Manasik HajiMore Than Cooking, It’s a Style: Miyako Perkenalkan Rice Cooker Limited Edition
Semangat tersebut selaras dengan komitmen Jasa Raharja dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan terintegrasi bagi masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan bahwa makna kebangkitan nasional saat ini tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik, tetapi juga kemampuan bangsa dalam beradaptasi menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan dan gotong royong.
“Di era transformasi digital saat ini, kecepatan, kemudahan akses layanan, dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghadirkan perlindungan yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan Jasa Raharja merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan adaptif sebagai wujud kehadiran negara.
Selain memperkuat integrasi layanan dengan berbagai pemangku kepentingan, Jasa Raharja terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi JRku yang memudahkan masyarakat mengakses informasi, layanan, dan berbagai kebutuhan administrasi secara cepat, mudah, dan transparan.
Di saat yang sama, Jasa Raharja juga berpartisipasi aktif dalam meningkatkan keselamatan transportasi melalui edukasi, kampanye keselamatan, serta kolaborasi dengan berbagai instansi dan komunitas terkait guna menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menciptakan budaya berkendara yang lebih aman.
“Negara harus hadir melalui pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan mampu memberikan kepastian bagi masyarakat,” kata Awaluddin.
Baca Juga:PLATFORM GITANESA: Transformasi Digital Preneur di SMPN 7 PekalonganPastikan Penanganan Korban, Jasa Raharja, Ditjen Hubdat dan Korlantas Polri Tinjau Korban Kecelakaan Bus ALS
Sebagai BUMN yang memiliki mandat memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat, Jasa Raharja juga terus memperkuat budaya keselamatan melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi lintas sektor.
Menurut Awaluddin, keselamatan lalu lintas bukan sekadar isu transportasi, tetapi bagian dari upaya menjaga kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.
