Terima Penghargaan Tertinggi UNNES, Menteri Bappenas Dorong Kolaborasi Strategis Target SDGs Nasional

Terima Penghargaan Tertinggi UNNES, Menteri Bappenas Dorong Kolaborasi Strategis Target SDGs Nasional
PENGHARGAAN - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menerima penghargaan tertinggi Dharma Karya Permata Buana dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, Semarang — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menerima penghargaan tertinggi Dharma Karya Permata Buana dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Apresiasi bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UNNES, S Martono, dalam puncak perayaan Dies Natalis ke-61 UNNES yang digelar di Auditorium Prof. Wuryanto, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi Rachmat Pambudy dalam merumuskan, mengawal, serta mengoordinasikan program Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai berhasil mendongkrak kontribusi dan posisi tawar RI di panggung diplomasi global.

Baca Juga:Diduga Akibat Tumpukan Kayu Bekas, SDN 1 Getasblawong Kendal Terbakar dan Alami Kerusakan BeratDorong Kualitas Panen, Permintaan Bibit Tembakau Mutiara Hitam di Kendal Alami Lonjakan

Momentum ini sekaligus menandai babak baru integrasi formal antara instansi pemerintah dan lembaga akademis. Langkah nyata ini dipertegas melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis antara Kementerian PPN/Bappenas dan UNNES.

“Harapannya tentu kolaborasi ini dapat mempercepat pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan. Dunia akademik memiliki peran krusial dalam menyuplai riset dan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Rachmat Pambudy pasca-menerima penghargaan, Senin, 8 Juni 2026.

Sementara itu, Rektor UNNES, S Martono, dalam pidato natalisnya menyampaikan bahwa kehadiran Menteri PPN/Kepala Bappenas menjadi stimulus besar bagi kampus. Saat ini, UNNES tengah melakukan akselerasi transformasi struktural sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Mengusung tema besar “UNNES Bergerak Berdampak”, Martono memaparkan sejumlah capaian indikator kinerja utama universitas sepanjang tahun lalu hingga awal 2026. Beberapa di antaranya yakni perolehan 739 prestasi, masuknya posisi kampus di peringkat 901-1250 pada QS University Ranking Asia, hingga menembus peringkat 41-450 dunia untuk klaster bidang Education and Training.

Selain reputasi akademik internasional, UNNES juga berhasil meraih predikat Terbaik 1 Perguruan Tinggi Informatif dari Komisi Informasi Pusat (KIP), serta mencatatkan nilai 92,205 dengan predikat Sangat Memuaskan pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

“Sebagai PTN-BH, UNNES menghadapi tantangan besar untuk mewujudkan visi sebagai universitas berpotensi dunia yang berwawasan konservasi. Kehadiran dan sinergi bersama Bappenas menjadi langkah nyata kami menuju kemandirian finansial dan reputasi global,” kata Martono menegaskan.

0 Komentar