RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Pekalongan benar-benar pecah dan penuh semangat juang! Massa pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) tumpah ruah menggelar aksi akbar di Monumen Djoeang, Jumat (1/5/2026).
Tak sekadar kumpul-kumpul biasa, aksi ini diwarnai dengan rangkaian apel buruh, doa dan istigasah bersama, hingga orasi politik yang menggelegar! Acara ini makin spesial lantaran dihadiri langsung oleh Wali Kota Pekalongan, Wakil Wali Kota, dan jajaran petinggi Forkopimda yang turun gunung mengawal jalannya penyampaian aspirasi.
Ketua DPC SPN Kota Pekalongan, Alifan Santoso, blak-blakan menyuarakan tiga tuntutan harga mati dari kaum pekerja. Momen luar biasa ini juga sekaligus menjadi saksi bisu deklarasi pembentukan sekretariat bersama SPN Pantura Raya yang membentang luas dari Batang hingga Brebes!
Baca Juga:Fakta Baru Video Asusila Viral di Batang, Pemeran Pria Tergiur Cuan Rp 220 Juta dari Akun MisteriusAksi May Day 2026 di Kendal Berlangsung Damai, Buruh Gelar Konvoi Polwan Bagikan Bunga
“Undang-undang Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan sudah di-judicial review di MK. Tuntutan kami adalah agar segera disahkan undang-undang ketenagakerjaan yang proburuh,” tegas Alifan berapi-api di hadapan massa.
Tolak Outsourcing dan Minta Harga Sembako Turun!
Tak berhenti di situ, buruh juga menuntut kepastian kerja dengan menghapus sistem outsourcing alias kerja alih daya dan menolak kontrak kerja durasi pendek yang dinilai sangat mencekik. Mereka mendesak agar pemerintah mengupayakan upah layak yang mampu berkejaran dengan laju inflasi tiap tahunnya.
“Kami juga meminta pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok sehingga buruh dengan upah yang didapat saat ini bisa sejahtera,” seru Alifan menambahkan.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, yang didapuk menjadi pembina apel, mengaku takjub melihat kebersamaan dan kekompakan luar biasa dari para pahlawan penggerak ekonomi daerah ini.
“Alhamdulillah, hari ini jajaran pekerja ikut membantu mengadakan acara ini. Apel bersama dan istighosah ini menjadi momentum yang istimewa. Harapannya para pekerja bisa terus bersinergi dengan pemerintah dan pengusaha sehingga tercipta iklim yang kondusif, dengan satu tekad, satu tujuan, sejahtera bersama, artinya tidak ada yang ditinggalkan,” ungkap Balgis.
Senada dengan hal itu, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, sangat mengapresiasi aksi damai ini, terlebih banyak peserta yang jauh-jauh datang dari luar daerah.
