Fakta Baru Video Asusila Viral di Batang, Pemeran Pria Tergiur Cuan Rp 220 Juta dari Akun Misterius

Fakta Baru Video Asusila Viral di Batang, Pemeran Pria Tergiur Cuan Rp 220 Juta dari Akun Misterius
M. DHIA THUFAIL PEMANGGILAN PPA - Kedua pemeran video asusila saat menghadiri panggilan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Penyelidikan kasus penyebaran video asusila pasangan kekasih asal Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyingkap fakta mengejutkan. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batang menemukan adanya motif transaksional di balik beredarnya rekaman pribadi tersebut.

Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Batang, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Maulidya Nur Maharanti, membeberkan bahwa pemeran pria dalam video berinisial S.E (26) diduga kuat gelap mata usai tergiur iming-iming bayaran hingga Rp 220 juta dari sebuah akun anonim di dunia maya.

“Kasus ini bermula dari interaksi di media sosial. Pelaku laki-laki berkenalan dengan akun misterius melalui TikTok yang menawarkan kerja sama pembuatan konten,” ujar Maulidya memaparkan kronologi awal, Kamis, 30 April 2026.

Baca Juga:Aksi May Day 2026 di Kendal Berlangsung Damai, Buruh Gelar Konvoi Polwan Bagikan BungaMantap! Rutan Pekalongan Hadiahkan Gerobak Usaha Buat Istri Mantan Napi Agar Bangkit Mandiri

Modus kejahatan siber ini dirancang cukup rapi. Pada tahap awal perkenalan, pelaku hanya diminta menyetorkan konten foto dan video biasa yang tidak bermuatan sensitif. Guna memupuk kepercayaan korban, akun misterius tersebut bahkan mentransfer sejumlah uang dalam nominal kecil secara bertahap.

“Mulai dari Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, Rp 150 ribu, hingga Rp 300 ribu. Totalnya sekitar Rp 750 ribu,” kata Maulidya merinci.

Jebakan Konten Sensitif dan Hilangnya Jejak

Usai kepercayaan terbangun, akun tersebut melancarkan tawaran utama dengan angka fantastis. S.E diminta mengirimkan rekaman video pribadinya melalui aplikasi perpesanan Telegram dengan janji bayaran ratusan juta rupiah.

“Tawaran awalnya sekitar Rp 220 juta hingga Rp 250 juta. Motifnya jelas karena uang,” tutur Maulidya menegaskan.

Nahas, usai video sensitif tersebut diserahkan, janji cuan ratusan juta rupiah menguap begitu saja. Akun Telegram anonim itu mendadak raib tanpa jejak, disusul dengan tersebarnya video asusila tersebut secara masif di berbagai platform media sosial dan grup percakapan.

“Setelah dikirim di Telegram, akun itu hilang dan videonya langsung tersebar,” ucapnya.

Dalam insiden ini, pihak kepolisian menduga pemeran perempuan berinisial T.A (19) murni berstatus sebagai korban yang tidak mengetahui adanya perekaman dan penduplikasian secara diam-diam.

Baca Juga:Tertinggi di Jateng, Realisasi Investasi Kabupaten Batang Triwulan I 2026 Tembus Rp 3,88 TriliunDeteksi Dini Penyakit, Puskesmas Tondano Pekalongan Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 18.000 Warga dan OPD

“Perempuan tidak tahu kalau video itu disalin dan disembunyikan di folder,” kata Maulidya menambahkan.

0 Komentar