Investasi Triliunan di KEK Kendal, Gubernur Jateng Minta Investor Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Investasi Triliunan di KEK Kendal, Gubernur Jateng Minta Investor Utamakan Tenaga Kerja Lokal
ABDUL GHOFUR PENIJAUAN PRODUKSI - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi didampingi Bupati Kendal Dyah Kartika Purnamasari meninjau langsung proses produksi di PT Borine Technology Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Rabu (6/5/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen kuatnya untuk memastikan setiap aliran investasi asing yang masuk ke wilayahnya harus membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Hal yang paling ditekankan adalah prioritas penyerapan tenaga kerja lokal.

Pesan tegas tersebut disampaikan Luthfi saat melakukan kunjungan kerja untuk meninjau fasilitas pabrik PT Borine Technology Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Rabu (6/5/2026).

Didampingi oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Purnamasari, Luthfi memantau langsung proses produksi di pabrik tersebut sekaligus berdialog dengan jajaran manajemen. Gubernur meyakinkan para pemodal bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) asli Jawa Tengah sangat kompetitif dan tidak kalah tangguh dibandingkan pekerja dari negara asal investor.

Baca Juga:Penuhi Hak Pendidikan Napi, Lapas Pekalongan Gandeng SKB Gelar Program Kejar PaketResmi Dibuka! Bursa Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan 2025-2029, Cek Jadwal Lengkapnya

“Selama kita punya kemauan bekerja, SDM Jawa Tengah mampu bersaing dengan negara lain. Karena itu, saya minta investor memprioritaskan tenaga kerja lokal,” tegas Luthfi di sela-sela kunjungannya.

Bawa Enam Perusahaan Pemasok, Nilai Investasi Tembus Miliaran Dolar

Dari hasil peninjauan, terungkap bahwa standar produk yang dihasilkan oleh pekerja lokal di PT Borine Technology Indonesia memiliki kualitas yang diakui setara dengan produk buatan pekerja di Tiongkok. Saat ini, hasil produksi pabrik tersebut tidak hanya diserap oleh pasar domestik, tetapi juga telah diekspor ke berbagai negara.

Gubernur menilai, kehadiran perusahaan manufaktur ini memberikan efek ganda (multiplier effect) yang masif bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Sebagai catatan, pada fase pertama, nilai investasi PT Borine menyentuh angka USD 700 juta dan diproyeksikan melonjak hingga USD 1,4 miliar pada fase kedua.

Menariknya, langkah ekspansi PT Borine ini juga sukses menarik enam perusahaan pemasok bahan baku lainnya untuk ikut menanamkan modal di Jawa Tengah.

“Ini bukti nyata bahwa Jawa Tengah dipercaya sebagai daerah yang aman, stabil, dan kompetitif bagi investor global. Kepercayaan ini harus kita jaga bersama,” urai Luthfi. Ia juga mendorong seluruh kepala daerah di Jawa Tengah untuk mengambil peran proaktif sebagai “pemasar” guna menarik lebih banyak investasi ke wilayahnya.

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Kendal, Dyah Kartika Purnamasari, menyatakan kesiapan penuh jajaran pemerintah daerah untuk merawat iklim investasi yang sehat dan kondusif.

0 Komentar