Berdasarkan penuturan Khafidin, ketiadaan infrastruktur penghubung selama ini memaksa warga untuk memutar arah hingga sejauh tujuh kilometer demi menghindari luapan banjir sungai.
“Kalau sudah jadi, warga bisa lebih cepat menuju kantor desa maupun layanan kesehatan di Puskesmas Ringinarum. Perjalanan yang dulu jauh sekarang cukup sekitar lima menit,” urai Khafidin.
Agenda groundbreaking ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Ketua Rumah Juang Mochammad Hervino, Muhammad Ikhsan Firanshah; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kendal, Sudaryanto; jajaran Forkopimcam Ringinarum; serta para tokoh masyarakat setempat. (fur)
