RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Penantian panjang selama puluhan tahun yang dirasakan warga Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, kini menemui titik terang. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) tanda dimulainya proyek pembangunan jembatan “Gantung Asri” pada Rabu (20/5/2026).
Infrastruktur penyeberangan ini diproyeksikan menghubungkan Dusun Tapak Timur dengan Dusun Kedungsari. Keberadaan jembatan ini dinilai menjadi solusi atas persoalan aksesibilitas warga setempat, yang selama ini terpaksa memutar jalan dengan jarak yang cukup jauh, terutama ketika debit air sungai meluap.
Bupati Dyah Kartika mengonfirmasi bahwa usulan pembenahan infrastruktur ini sejatinya telah diajukan sejak lama ke pemerintah pusat melalui rekomendasi Komisi V DPR RI. Realisasi pembangunan fisik jembatan di tahun anggaran ini ditujukan untuk memacu mobilitas logistik sekaligus mempercepat roda perekonomian masyarakat pedesaan.
Baca Juga:Tekan Fatalitas Kecelakaan Pantura, Satlantas Batang Giring Truk Sumbu 3 Masuk Lewat Gerbang Tol KandemanBus Rombongan SMPN 2 Brangsong Kecelakaan di Tol Cipali KM 88, 1 Orang Tewas dan 7 Luka-luka
“Insyaallah sebentar lagi masyarakat akan menikmati jembatan gantung ini. Kehadirannya sangat membantu karena waktu tempuh yang sebelumnya sekitar 30 menit nantinya cukup lima menit saja,” ujar Dyah Kartika usai meresmikan dimulainya proyek.Spesifikasi Proyek dan Konsep Infrastruktur
Secara teknis, proyek pembangunan jembatan gantung ini menelan alokasi anggaran belanja negara sebesar Rp5,28 miliar. Struktur jembatan direncanakan memiliki bentang panjang mencapai 50 meter dengan lebar tiga meter. Dinas terkait menargetkan proses konstruksi dapat diselesaikan dalam kurun waktu 180 hari kalender atau enam bulan pengerjaan.
Dyah menjelaskan, pemilihan konsep jembatan gantung ini didasarkan pada penyesuaian kapasitas ruang fiskal anggaran yang tersedia. Kendati demikian, fungsi fungsionalnya tetap dioptimalkan sebagai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) guna mempermudah interaksi warga di kedua dusun.
Di samping itu, kepala daerah juga mengimbau masyarakat untuk memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap fasilitas publik tersebut dengan cara menjaga kebersihan lingkungan daerah aliran sungai.
“Kami berharap seluruh desa nantinya memiliki pengelolaan sampah sendiri agar lingkungan semakin bersih, sehat, dan asri,” kata Bupati Kendal menambahkan.
Akses Layanan Publik Kini Lebih Cepat
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Kedunggading, Khafidin, memaparkan bahwa titik lokasi pembangunan tersebut semula merupakan kawasan kebun bambu dan area lahan perhutanan sosial. Lokasi tersebut memang sejak lama diakses warga sebagai jalur penyeberangan darurat dengan berjalan kaki.
