Tekan Fatalitas Kecelakaan Pantura, Satlantas Batang Giring Truk Sumbu 3 Masuk Lewat Gerbang Tol Kandeman

Tekan Fatalitas Kecelakaan Pantura, Satlantas Batang Giring Truk Sumbu 3 Masuk Lewat Gerbang Tol Kandeman
M. DHIA THUFAIL IMBAU PENGEMUDI - Petugas Satlantas Polres Batang saat memberikan imbauan kepada pengemudi kendaraan sumbu 3 agar menggunakan Jalan Tol Batang–Semarang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batang kembali mengintensifkan sosialisasi dan pengarahan bagi pengemudi truk bersumbu tiga ke atas untuk beralih dari jalur arteri Pantura ke Jalan Tol Batang–Semarang. Jalur pengalihan ini diwajibkan masuk melalui Gerbang Tol (GT) Kandeman dan baru diperbolehkan keluar di wilayah Pemalang.

Langkah taktis ini diambil sebagai respons atas tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di jalur Pantura, terutama yang melintasi kawasan padat penduduk di wilayah Kota Pekalongan. Kebijakan ini diperketat dalam beberapa pekan terakhir setelah jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri merilis hasil analisa dan evaluasi (anev) mengenai kerawanan jalur tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Eka Hendra Ardiansyah, menjelaskan bahwa armada angkutan barang bermuatan berat yang melaju dari arah timur (Semarang) menuju barat (Jakarta) kini dikawal secara berkala untuk masuk ke jalur bebas hambatan.

Baca Juga:Bus Rombongan SMPN 2 Brangsong Kecelakaan di Tol Cipali KM 88, 1 Orang Tewas dan 7 Luka-lukaDorong Pelaku UMKM Kuasai Bisnis Digital, Pemkab Pekalongan Gandeng Alfamart Lewat Program Alfamind

“Saat ini kami sedang melaksanakan kegiatan imbauan secara terus-menerus, khususnya kepada pengendara kendaraan sumbu 3 ke atas,” ujar AKP Eka Hendra Ardiansyah saat memberikan konfirmasi, Selasa (19/5/2026).

Evaluasi Fatalitas Kecelakaan di Koridor Pekalongan

Menurut Eka, pemisahan arus kendaraan berat ke jalan tol merupakan intervensi mendesak untuk mereduksi risiko tubrukan di jalur Pantura yang memiliki karakteristik arus lalu lintas campuran (mixed traffic). Berdasarkan data anev kepolisian, keterlibatan kendaraan besar dalam kecelakaan di area perkotaan Pekalongan kerap memicu fatalitas korban yang cukup tinggi.

“Hal ini didasari hasil anev situasi kamtibmas, mengingat di wilayah Kota Pekalongan tingkat fatalitas yang diakibatkan kendaraan sumbu 3 cukup tinggi,” kata Eka menjelaskan latar belakang kebijakan tersebut.

Manajemen lalu lintas ini sebenarnya bukan merupakan regulasi baru, melainkan penegasan kembali dari instruksi yang telah diterbitkan sebelumnya. Namun, penurunan kedisiplinan pengemudi dalam beberapa waktu terakhir memaksa kepolisian memperketat pengawasan di lapangan, sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada perusahaan otobus angkutan barang.

Polres Batang juga mengetuk kesadaran para pengusaha logistik dan pemilik armada besar agar memprioritaskan faktor keselamatan bersama di atas kalkulasi biaya operasional di jalan raya.

0 Komentar