RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kondisi penumpukan limbah di Kabupaten Kendal tampaknya sudah masuk dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan. Tak ingin wilayahnya tenggelam dalam lautan sampah, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari langsung mengambil tindakan tegas dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak bersama memotong rantai darurat sampah ini, dimulai dari tingkat rumah tangga.
Ajakan membakar semangat ini diledakkan langsung oleh orang nomor satu di Kendal tersebut saat menghadiri kegiatan Bersatu Siaga (Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga). Agenda seru ini dipusatkan di Gedung Serba Guna Desa Puguh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jumat siang (22/5/2026).
Mengusung tema mentereng “Mandiri Pangan, Lestari Lingkungan, Menuju Desa Sejahtera Berkelanjutan”, acara ini sukses menjadi wadah diskusi panas dan blak-blakan antara jajaran pemerintah daerah dengan warga setempat untuk menguliti masalah lingkungan hingga urusan proyek infrastruktur desa.
Baca Juga:Tren Patungan Sapi Marak, Penjualan Kambing Kurban di Lapak Pedagang Musiman Batang Mengalami PenurunanIbadah Serentak, PDM Kendal Siapkan 60 Lokasi Salat Iduladha dan Lazismu Kejar Target Kurban Rp9 Miliar
Dalam arahan resminya, Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika ini menegaskan dengan suara lantang bahwa urusan gunungan sampah ini bukanlah tugas sepihak dari pemerintah saja. Menurutnya, kesadaran memilah sampah harus dipaksa tumbuh dari kebiasaan emak-emak dan warga di dapur masing-masing setiap hari.
“Kabupaten Kendal sedang menghadapi tantangan besar soal sampah. Saya ingin warga mulai dari rumah masing-masing, memilah sampah, mengurangi plastik, dan aktif kerja bakti. Kalau bergerak bersama, persoalan ini bisa diatasi,” tegas Bupati Dyah Kartika Permanasari di hadapan ratusan warga yang hadir.Warga Boja Berondong Bupati Soal Lampu Jalan Hingga Saluran Irigasi
Tak melulu soal sampah, momentum langka ini langsung dimanfaatkan oleh warga Desa Puguh untuk memberondong Bupati Tika dengan segudang curhatan dan aspirasi pembangunan fisik yang selama ini dinanti-nanti.
Mulai dari masalah minimnya penerangan jalan umum (PJU) yang rawan kriminalitas, rusaknya akses jalan penghubung pertanian, hingga amburadulnya pembangunan jaringan irigasi sawah.
Mendengar keluhan tersebut, Tika langsung pasang badan dan berjanji akan menyemprot serta berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera mengucurkan anggaran solusi.
“Persoalan penerangan jalan, akses jalan pertanian, hingga pembangunan irigasi akan kami koordinasikan dengan OPD terkait agar segera dicarikan solusi,” ujar Tika menenangkan kepanikan warga.Bupati berkacamata ini menambahkan, program Bersatu Siaga sengaja dirancang bukan sekadar buat aksi sapu-sapu bersih kampung biasa. Melainkan, menjadi senjata ampuh bagi dirinya selaku kepala daerah untuk turun gunung mendengar langsung jeritan hati dan kebutuhan riil warga di lapangan.
