Dinas Perdagangan dilaporkan bakal menggandeng Satpol PP dalam menegakkan draf pengawasan berkala terhadap asosiasi PKL yang telah tersertifikasi menerima bantuan.
“Kami ingin Kendal semakin nyaman dan tertata. PKL yang tergabung dalam asosiasi akan terus dibina bersama OPD terkait, termasuk Satpol PP,” tutur Toni Ari Wibowo merinci skema pengawasan tata tertib tersebut.
Dari sektor kemitraan perbankan, Wakil Pimpinan Bank Jateng Cabang Kendal, Dwi Puji Lestari, mengonfirmasi bahwa alokasi draf instrumen finansial non-profit ini diharapkan mampu memicu eskalasi pendapatan domestik bruto di tingkat pedagang eceran, yang pada hilirnya berkontribusi positif pada pendapatan asli daerah (PAD).
Baca Juga:Pertama Kali, Pendaftaran SPMB SD di Kabupaten Batang Resmi Online pada 2026 dan Larang Tes CalistungOknum Pengasuh Padepokan PA Buaran Pekalongan Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Pengacara Sebut Kiai Membantah
“Semoga CSR Bank Jateng bersama Baznas ini membawa manfaat dan berkah bagi UMKM di Kendal serta ikut meningkatkan pendapatan daerah,” ucap Dwi Puji Lestari.
Pencapaian kepuasan psikologis juga disuarakan oleh perwakilan kolektif pedagang. Kuncoro, perwakilan Paguyuban PKL Alun-Alun Kendal, memaparkan bahwa draf peremajaan sarana ini sangat krusial mengingat mayoritas tenda logistik lama milik pedagang dalam kondisi rusak parah akibat faktor cuaca.
“Alhamdulillah sekarang tendanya seragam dan terlihat bagus. Dulu yang lama sudah rusak dan bolong-bolong,” kata Kuncoro memungkasi draf evaluasi dari perwakilan penerima manfaat. (fur)
