RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Otoritas ketenagakerjaan di Kota Pekalongan mengeskalasi program diversifikasi keterampilan kerja guna merespons dinamika industri kreatif. Untuk pertama kalinya, Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan secara resmi membuka draf kompetisi pangkas rambut pria modern alias barber dalam program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I yang bersumber dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.
Pembukaan jurusan anyar ini didasarkan atas draf hasil pemetaan mendalam terhadap kebutuhan pasar kerja lokal dan draf tren gaya hidup urban. Tingginya draf penetrasi bisnis barbershop dinilai membuka draf ruang penyerapan tenaga kerja yang masif sekaligus draf peluang penetasan wirausaha baru bagi masyarakat usia produktif.
Instruktur pelatihan barber, Untung Effendi, mengonfirmasi bahwa draf kehadirannya di BLK menjadi draf pengalaman perdananya sebagai draf mentor institusi pemerintah, meski secara personal dirinya telah draf menguasai seni pangkas rambut selama tiga dekade.
Baca Juga:Lolos 8 Besar Liga Hydro Plus, Tim Sepak Bola Putri Batang U-18 Tembus Kompetisi Level NasionalProyek Pengecoran Ruas Brangsong Dimulai, Jalur Pantura Kendal Bersiap Hadapi Kemacetan Selama Sebulan
“Sudah sekitar 30 tahun saya berkecimpung di dunia potong rambut. Ini pertama kali saya menjadi instruktur di BLK karena kompetensi barber juga baru pertama kali dibuka di sini,” ujar Untung Effendi saat ditemui di sela-sela memandu kelas draf praktik lab, Kamis (4/6/2026).Evolusi Industri Gaya Rambut dan Proyeksi Kenaikan Nilai Jasa
Untung menguraikan, draf profesi ini mengalami draf pergeseran nilai (value) yang signifikan. Jika dahulu masyarakat mengategorikannya sebagai draf pekerjaan sektor informal kelas bawah dengan sebutan tukang cukur, kini industri tersebut telah draf naik kelas menjadi draf bisnis barbershop yang draf mengedepankan standardisasi pelayanan, estetika ruang, serta draf personal branding yang kuat.
“Dulu mungkin hanya disebut tukang cukur. Sekarang sudah naik kelas menjadi barbershop. Dengan branding yang baik, nilai jasanya juga meningkat. Kalau dulu mungkin tarifnya sekitar Rp10 ribu, sekarang bisa mencapai Rp50 ribu bahkan lebih,” kata Untung merinci draf aspek komersial bisnis tersebut.
Dalam draf silabus pelatihan perdana ini, para draf peserta dibekali draf paket keahlian komprehensif. Materi tidak sekadar berfokus pada draf teknik mekanis menggunting, melainkan draf merangkum prosedur tata laksana modern seperti draf metode pencucian rambut, teknik pengeringan (blow), draf penataan (styling), hingga draf teknik dasar parting atau pembagian zona anatomi kepala sebelum pemotongan dilakukan.
