Dolar Hari Ini Tembus Rekor Baru! Rupiah Terpuruk dan Investor Mulai Waspada!

dolar hari ini terhadap rupiah
dolar hari ini terhadap rupiah / sumber: freepik
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID – Dolar Hari Ini menjadi sorotan utama pelaku pasar setelah nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.

Mata uang Garuda masih bergerak dalam tren pelemahan setelah sehari sebelumnya ditutup di level Rp18.049 per dolar AS, yang menjadi salah satu posisi terendah sepanjang sejarah.

Pada awal perdagangan pagi, rupiah kembali bergerak negatif dan tercatat berada di kisaran Rp18.062 per dolar AS.

Baca Juga:Harga Emas Galeri24 Hari Ini Jumat Tanggal 5 Juni 2026! Cek Daftar Harga Terbarunya!Harga Emas Antam Hari Ini Jumat Tanggal 5 Juni 2026 Turun Lagi, Saatnya Borong Sebelum Melonjak?

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang domestik masih cukup kuat meskipun berbagai upaya stabilisasi terus dilakukan.

Faktor Global Masih Membayangi Pergerakan Rupiah

Salah satu penyebab utama yang memengaruhi pergerakan kurs saat ini berasal dari ketidakpastian global.

Investor masih mencermati perkembangan konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Beberapa faktor eksternal yang memberi tekanan terhadap rupiah antara lain:

  • Ketegangan militer yang masih terjadi di Timur Tengah.
  • Ketidakpastian implementasi gencatan senjata di kawasan konflik.
  • Kenaikan premi risiko pada harga minyak dunia.
  • Arus modal asing yang keluar dari pasar negara berkembang.
  • Sikap investor yang cenderung mencari aset aman.

Situasi tersebut membuat permintaan terhadap dolar AS tetap tinggi sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Faktor Domestik Ikut Memperbesar Tekanan

Selain sentimen global, kondisi dalam negeri juga menjadi perhatian pasar. Beberapa indikator ekonomi menunjukkan tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Menurut sejumlah analis, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh:

  • Menyusutnya surplus perdagangan.
  • Kenaikan biaya impor energi.
  • Arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik.
  • Kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global.
  • Belum optimalnya dampak kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Pasar juga tengah menunggu hasil evaluasi klasifikasi pasar oleh MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni. Hasil evaluasi tersebut berpotensi memengaruhi arus investasi asing ke Indonesia.

Proyeksi Pergerakan Rupiah ke Depan

Sejumlah pengamat memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Pada perdagangan hari ini, kurs diproyeksikan bergerak di rentang Rp18.050 hingga Rp18.120 per dolar AS.

0 Komentar