Kendal Paragliding Championship 2026 Terbang Perdana di Curug Sewu

Kendal Paragliding Championship 2026 Terbang Perdana di Curug Sewu
ABDUL GHOFUR. PARALAYANG - Peserta tandem menikmati panorama Curug Sewu saat Kendal Paragliding Cross Country Championship 2026, ajang sport tourism internasional yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026.
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Kawasan Wisata Curug Sewu di Kabupaten Kendal untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang olahraga udara bertaraf internasional. Kendal Paragliding Cross Country Championship 2026 resmi digelar pada 6–9 Agustus 2026, mengusung konsep sport tourism yang menyatukan kompetisi paralayang dengan promosi pariwisata daerah.

Kejuaraan lintas alam ini diikuti oleh 45 atlet yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan, Lampung, dan Bali, serta peserta mancanegara dari Rusia dan India. Selain nomor kejuaraan, panitia juga menyelenggarakan kategori fun fly yang melibatkan para penggemar paralayang dalam rangkaian acara selama empat hari.

Ketua Panitia, Akhmad Sutrisno, menjelaskan bahwa Curug Sewu dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki karakteristik medan yang sangat mendukung untuk olahraga paralayang. Sebelum ajang digelar, lokasi lepas landas dan area pendaratan telah melalui serangkaian uji terbang dan evaluasi kelayakan.

Baca Juga:DPUPR Kota Pekalongan Gelontorkan Rp20 M untuk Drainase dan JalanWali Kota Pekalongan Lantik 14 Pejabat, 8 di Antaranya Kepala Sekolah

“Kami ingin Curug Sewu tidak hanya dikenal sebagai lokasi kejuaraan, tetapi berkembang menjadi destinasi wisata olahraga yang mampu menarik lebih banyak wisatawan. Harapannya, event ini menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata Kendal,” ujar Akhmad.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, secara resmi membuka kejuaraan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar ajang ini dapat menjadi agenda tahunan Kabupaten Kendal.

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan internasional tidak hanya mengangkat prestasi olahraga, tetapi juga berdampak positif pada sektor pariwisata, seni budaya, kuliner, hingga perekonomian masyarakat setempat.

“Harapan kami, event ini terus berkembang setiap tahun sehingga mampu memperkenalkan Curug Sewu ke tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Bupati menambahkan, meskipun minat atlet cukup tinggi, pelaksanaan perdana ini sengaja membatasi jumlah peserta. Evaluasi dari penyelenggaraan tahun ini akan menjadi acuan untuk pengembangan event berikutnya dengan dukungan sarana dan prasarana yang lebih lengkap.

Apresiasi positif juga disampaikan oleh atlet paralayang asal Swiss, Joseph Anton Luto yang akrab disapa Subi. Ia menilai bentang alam Curug Sewu sangat mirip dengan lokasi terbang di negaranya. Kondisi cuaca yang mendukung dengan dasar awan sekitar 2.000 meter dinilai sangat ideal untuk penerbangan lintas alam.

0 Komentar