RADARPEKALONGAN.ID, Batang — Komitmen untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif terus diperkuat oleh SMA Negeri 1 Batang. Melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, sekolah tersebut resmi membuka kesempatan bagi calon siswa penyandang disabilitas untuk mengenyam pendidikan di sekolah reguler melalui jalur afirmasi.
Tak sekadar menyediakan bangku kosong, pihak sekolah mulai mematangkan berbagai aspek pendukung. Persiapan ini meliputi penyediaan fasilitas fisik yang ramah disabilitas hingga penyesuaian sistem pembelajaran agar siswa berkebutuhan khusus dapat belajar secara optimal.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua SPMB SMAN 1 Batang, Tri Tunggal Priasetyo Utomo, menjelaskan bahwa sekolah mengalokasikan kuota sekitar 5 persen dari total daya tampung untuk calon peserta didik berkebutuhan khusus.
Baca Juga:Aturan Baru Menteri Pendidikan, Keamanan Digital Kini Jadi Fokus Utama Sekolah Aman dan NyamanAntisipasi Gangster dan Balap Liar, Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar
“SMAN 1 Batang membuka kesempatan bagi siswa disabilitas melalui jalur afirmasi. Namun ada persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya rekomendasi dari dokter maupun instansi terkait yang menyatakan calon siswa dapat mengikuti pembelajaran di jenjang SMA,” ujar Tri Tunggal saat ditemui di SMAN 1 Batang, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut Tri, penerimaan siswa inklusi bukan sekadar pemenuhan kuota regulasi semata, melainkan tentang kesiapan sekolah dalam memberikan layanan yang tepat. Setelah proses seleksi selesai, sekolah akan melakukan pendataan intensif dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk menentukan langkah pendampingan.
“Data tersebut penting karena berkaitan dengan kesiapan fasilitas sekolah, mulai dari aksesibilitas, toilet, ruang kelas, hingga kemungkinan penyesuaian metode pembelajaran,” kata Tri menjelaskan.
Kategori disabilitas yang dapat mendaftar lewat jalur inklusi ini mencakup disabilitas fisik maupun hambatan kognitif dan perkembangan mental. Tri mengakui bahwa peserta didik dengan kebutuhan khusus pada aspek perkembangan mental memerlukan perhatian ekstra karena kapasitas berpikir mereka yang kerap berbeda dengan usia biologisnya. Kondisi ini memerlukan strategi pembelajaran khusus serta kemungkinan pelatihan bagi guru pengajar.
Di sisi lain, SMAN 1 Batang juga memberikan perhatian bagi siswa yang mengidap penyakit kronis dan membutuhkan perawatan medis rutin, seperti penderita talasemia. Meski tidak masuk dalam kategori disabilitas jalur afirmasi, sekolah menjamin hak pendidikan mereka tidak akan terabaikan.
