Masuk Jaringan Dunia, Wakil Wali Kota Pekalongan Paparkan Strategi Digitalisasi UMKM di Forum UNESCO

Masuk Jaringan Dunia, Wakil Wali Kota Pekalongan Paparkan Strategi Digitalisasi UMKM di Forum UNESCO
PAPARAN - Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab menyampaikan paparan terkait strategi digitalisasi di Forum Kota Kreatif UNESCO.
0 Komentar

Jakarta, RADARPEKALONGAN.ID — Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, tampil sebagai pembicara utama dalam sesi diskusi terarah (talkshow) bertajuk “Strategi Pemberdayaan UMKM melalui Digitalisasi pada Kota Kreatif UNESCO”. Agenda internasional ini digelar dalam rangkaian Festival UMKM Kota Kreatif UNESCO 2026 yang dipusatkan di Amphitheater SMESCO, Jakarta.

Forum bergengsi tersebut difungsikan sebagai wadah diseminasi serta pertukaran model kerja (best practice) tata kelola Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah untuk diadopsi oleh pelaku usaha serta pembuat kebijakan di tingkat nasional.

Dalam paparannya, Balgis menggarisbawahi komitmen Pemerintah Kota Pekalongan yang secara konsisten memacu akselerasi transformasi digital. Strategi ini ditempatkan sebagai pilar utama untuk mendongkrak indeks daya saing komoditas lokal di pasar modern.

Baca Juga:Izin Belum Lengkap tapi Sudah Uruk Lahan, Pemkab Kendal Warning Proyek Pabrik Pakan Ternak PT HaidaGenjot Pelayanan Publik, Kapolres Pekalongan Beri Penghargaan pada 10 Personel Presisi yang Berinovasi

Intervensi kebijakan tersebut diwujudkan lewat skema inkubasi bisnis yang bersambung, peningkatan kapasitas manajerial para pelaku usaha, hingga pembukaan pos pasar baru berbasis ekosistem teknologi digital. Langkah komprehensif ini dirancang agar sektor UMKM daerah mampu tumbuh secara mandiri dan naik kelas.

“Alhamdulillah hari ini kami diundang oleh Kementerian UMKM untuk menyampaikan paparan tentang peran strategis pemerintah dalam membina UMKM Kota Pekalongan sebagai kota kreatif dunia. Menarik sekali karena Kota Pekalongan telah 12 tahun menyandang predikat Kota Kreatif Dunia dari UNESCO,” kata Balgis Diab di SMESCO Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2026.

Balgis menambahkan, status keanggotaan Kota Pekalongan dalam jejaring global UNESCO Creative Cities Network (UCCN) selama lebih dari satu dekade menjadi modal sosial dan kultural yang kuat. Legitimasi internasional ini dimanfaatkan secara optimal untuk membangun fondasi ekonomi kreatif yang tangguh.

Pemerintah daerah terus menelurkan klaster program pemberdayaan adaptif. Tujuannya adalah memastikan pelaku industri kreatif lokal, khususnya sektor kerajinan dan batik, tidak sekadar bertahan di tengah disrupsi ekonomi, melainkan mampu merangsek ke ceruk pasar global yang lebih kompetitif.

“Hari ini kami berbagi strategi bagaimana UMKM dapat terus berkelanjutan dan naik kelas. Mudah-mudahan pengalaman yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat, baik bagi masyarakat nasional maupun masyarakat Kota Pekalongan,” ujar Balgis menerangkan esensi kontribusi daerahnya.

0 Komentar