Nelayan Tenggelam di Dermaga Klidang Lor Batang Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian

Nelayan Tenggelam di Dermaga Klidang Lor Batang Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian
M. DHIA THUFAIL - Proses evakuasi jasad korban yang hilang di dermaga Klidang Lor Batang oleh Tim SAR gabungan, Kamis (18/6).
0 Komentar

BATANG, RADARPREKALONGAN.ID – Upaya pencarian nelayan yang dilaporkan tenggelam di kawasan Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) I Klidang Lor akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hari pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (18/6/2026).

Korban diketahui bernama Khofirul Isnawan, 25 tahun, warga Dukuh Blater, Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Pria yang akrab disapa Irul itu sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke sungai di sekitar dermaga saat berada di atas kapal.

Kasat Polairud Polres Batang, IPTU Eko Nugrahanto, mengatakan pencarian dilakukan sejak korban dilaporkan hilang pada Rabu (17/6/2026).

Baca Juga:Solar Tumpah di Jalur Pantura Wiradesa, Polsek Cepat Tangani dengan Pasir demi Keselamatan Pengguna JalanUKM IKM Nusantara Siap Bantu Perluas Pasar Produk Lokal Batang, Gandeng Kargo KA dan Investor

“Dua hari dilakukan pencarian, nelayan korban tenggelam ditemukan,” ujar Eko saat memberikan keterangan, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat kapal motor KM Timbul Barokah GT 30 bersandar di Dermaga TPI I Klidang Lor pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Pada malam harinya, para anak buah kapal (ABK) melakukan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan. Kegiatan tersebut baru selesai pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Setelah bekerja selama berjam-jam, seluruh ABK memilih beristirahat di atas kapal. Korban diketahui tidur di sisi kiri kamar mesin bersama salah seorang rekannya. Namun, sekitar pukul 06.00 WIB, suasana mendadak berubah panik. Salah satu saksi terbangun setelah mendengar teriakan dari arah dermaga yang mengabarkan ada seseorang tercebur ke sungai.

Para ABK yang menyadari korban terjatuh langsung berusaha memberikan pertolongan dengan melompat ke sungai. Sayangnya, derasnya arus dan kondisi perairan membuat korban cepat tenggelam dan hilang dari pandangan.

Operasi pencarian kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan unsur kepolisian, relawan, serta warga sekitar. Meski telah dilakukan penyisiran sejak hari pertama, korban belum berhasil ditemukan.

Korban akhirnya ditemukan pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 10.10 WIB di sebelah timur kawasan pelabuhan, tepatnya di bawah kolong TPI II Batang. Tim SAR gabungan bersama warga kemudian mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Kalisari Batang menggunakan ambulans untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan dokter memastikan tidak ditemukan unsur kekerasan dalam kejadian tersebut. Korban diduga meninggal akibat kecelakaan setelah terjatuh dari atas kapal. Dokter RSUD Kalisari Batang, dr. Prima, menjelaskan bahwa korban mengalami luka pada bagian kepala akibat benturan saat terjatuh.

0 Komentar