Unikal dan HATTI Cari Solusi Konstruksi Atasi Amblesan Tanah dan Rob di Pekalongan

Unikal dan HATTI Cari Solusi Konstruksi Atasi Amblesan Tanah dan Rob di Pekalongan
MALEKHA, DISKUSI - Suasana diskusi antara civitas akademika n Unikal serta narasumber dari HATTI.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Fakultas Teknik Universitas Pekalongan (Unikal) berkolaborasi dengan Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Jawa Tengah menggelar Bincang Santai Geoteknik di Gedung A Unikal. Pertemuan ini fokus membahas strategi rekayasa tanah lunak demi menjaga stabilitas pondasi bangunan di wilayah yang rawan penurunan tanah.

Acara ini dihadiri oleh jajaran instansi pemerintah, akademisi, praktisi, serta mahasiswa Program Studi Teknik Konstruksi. Lima narasumber ahli dihadirkan untuk mengupas tuntas isu ini, yaitu Andrianto (Kepala Bapperida Kota Pekalongan), Dr. Ir. Pribadi Agung Wahyudi (Dosen Unikal), Prof. Dr. Ir. Budi Lationo (Masushita Group), Ahmad Faisal Amri (Maccaferri), dan Rizal Mutaqin (PT Sentosa Geoteknik Indotama).

Wakil Rektor I Unikal, Zahro, menegaskan bahwa kondisi geografis Pekalongan yang dihantam rob dan penurunan tanah memerlukan penanganan cepat karena berdampak pada kualitas bangunan dan infrastruktur.

Baca Juga:Disdikbud Batang Tegaskan Surat Domisili Tak Berlaku untuk SPMB SD, Wajib Pakai KKNelayan Tenggelam di Dermaga Klidang Lor Batang Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian

“Harapannya ada solusi, bagi pemerintah bagaimana kebijakan dibuat, bagi masyarakat, dan bagi pengembang di Kota Pekalongan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memunculkan kolaborasi-kolaborasi dosen dan mahasiswa dengan HATTI sehingga bisa meningkatkan kualitas Tri Dharma dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Unikal,” tutur Zahro saat membuka acara.

Dalam sesi pemaparan, Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Andrianto, menyoroti pentingnya pembuatan peta geoteknik sebagai instrumen utama dalam merancang tata ruang kota yang aman dari bencana amblesan. Peta ini mendeteksi zonasi kritis untuk meminimalisir kegagalan investasi akibat infrastruktur yang rusak atau tergenang banjir rob.

“Peta geoteknik memberi kontribusi indikator nilai stabilitas DDLL (Daya Dukung Lahan Lingkungan) untuk alokasi pemanfaatan ruang dan menentukan DDLH (Daya Dukung Lingkungan Hidup),” jelas Andrianto.

Ia juga menambahkan bahwa instrumen ini memetakan sebaran jenis tanah dan durasi amblesan secara akurat. “Bagian Wilayah Kota Pekalongan akan terdeteksi zonasi kritis dari aspek daya dukung lahan dan potensi terjadi amblesan. Selain itu, sebagai instrumen mitigasi terhadap rekayasa daya dukung lahan dalam penentuan konstruksi yang digunakan,” pungkasnya.

Sebagai solusi praktis, Prof. Dr. Ir. Budi Lationo turut memperkenalkan metode ‘geopol’, yaitu inovasi penstabilan tanah menggunakan material soil stabilizer berbasis nanozim-polimer yang dinilai efektif memperkuat struktur tanah lunak di Kota Pekalongan. (mal)

0 Komentar