KESESI, RADARPEKALONGAN.ID – Perkembangan teknologi informasi mengubah wajah dunia jurnalistik secara signifikan. Aktivitas pencarian, pengolahan, hingga penyebaran informasi kini tidak lagi terbatas pada media cetak atau televisi, melainkan telah merambah berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, TikTok, hingga website.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan pelatihan jurnalistik di SMK NU Kesesi yang menghadirkan Abdurrohman dari Radar Pekalongan sebagai pemateri, kemarin. Di hadapan para siswa, ia memaparkan bagaimana lanskap media massa bertransformasi seiring dengan dominasi media sosial sebagai ruang utama distribusi informasi.
“Sekarang berita tidak hanya ada di koran atau televisi. Media sosial sudah menjadi ruang utama distribusi informasi,” ujarnya.
Baca Juga:Wabup Benny Tegaskan Stop Tambang di Tunggulsari, Ribuan Warga dan Mahasiswa Serbu DPRD KendalJasad Pemuda Tersangkut Jaring Ditemukan, Kronologi Tenggelam di Sungai Bodri Berawal dari Rokok Jatuh
Abdurrohman menegaskan, tidak semua konten di media sosial dapat disebut sebagai berita. Setiap berita yang layak konsumsi publik wajib berbasis fakta dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ia menjelaskan, konten jurnalistik digital memiliki sejumlah karakteristik penting, yakni faktual, akurat, cepat, menarik, mudah dipahami, serta memberikan manfaat bagi audiens. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kecepatan bukanlah segalanya. Prinsip utama yang harus dipegang teguh adalah fakta tetap menjadi prioritas nomor satu.
“Cepat itu penting, tetapi fakta harus nomor satu,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, Abdurrohman merinci karakteristik jurnalistik di berbagai platform media sosial. Facebook dinilai memiliki rentang pengguna yang luas, sehingga cocok untuk penyebaran berita lokal, informasi komunitas, hingga promosi kegiatan. Format kontennya pun beragam, mulai dari berita singkat, foto kegiatan, video pendek, live streaming, hingga album dokumentasi.
Untuk penulisan caption di Facebook, ia menyarankan penggunaan kalimat pembuka yang menarik perhatian, dilanjutkan dengan penjelasan inti informasi, penambahan data penting, serta ajakan untuk berinteraksi dengan audiens.
Sementara itu, Instagram lebih menonjolkan aspek visual. Audiens di platform ini cenderung menyukai konten foto dan video yang estetik, sehingga sangat cocok digunakan untuk branding dan promosi. Jenis konten di Instagram meliputi feed foto, carousel, reels, story, dan live Instagram. Adapun formula utama dalam pembuatan konten Instagram adalah visual yang menarik, caption yang informatif, serta penggunaan hashtag yang relevan.
