Jasad Pemuda Tersangkut Jaring Ditemukan, Kronologi Tenggelam di Sungai Bodri Berawal dari Rokok Jatuh

Jasad Pemuda Tersangkut Jaring Ditemukan, Kronologi Tenggelam di Sungai Bodri Berawal dari Rokok Jatuh
ABDUL GHOFUR, EVAKUASI - Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban tenggelam di Sungai Bodri, Patebon, Kendal, Minggu (21/6/2026). Korban ditemukan meninggal setelah sehari pencarian intensif.
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Indra alias Hendro Saputro (19), warga Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bodri, pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal setelah pencarian intensif selama sehari penuh.

Jasad pemuda tersebut ditemukan tersangkut di jaring milik warga yang terpasang di aliran sungai. Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian yang telah dilakukan sejak Sabtu (20/6/2026) oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Kasi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menerangkan bahwa laporan penemuan korban pertama kali diterima dari warga yang tengah memeriksa jaring di Sungai Bodri.

Baca Juga:Pedagang Kurangi Stok 30 Persen Imbas Harga Daging Sapi Naik Rp3.000 per KgPendaftaran SPMB SMP Kabupaten Pekalongan Diundur Sepekan, Validasi Piagam Diperketat Demi Transparansi

“Korban berhasil ditemukan setelah tim bersama warga melakukan pencarian secara maksimal. Begitu ada laporan dari warga, petugas langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Iwan.

Peristiwa nahas itu bermula ketika korban bersama rekannya sedang berkumpul di tepi Sungai Bodri pada Sabtu siang. Saat itu, rokok milik korban diduga terjatuh ke sungai. Korban yang diketahui tidak bisa berenang nekat turun untuk mengambilnya, namun justru terseret arus deras.

Saksi mata, Agustinus, mengaku mengetahui kejadian setelah mendengar teriakan seorang pemancing yang melihat seseorang tenggelam.

“Saya sempat melihat tangan korban melambai di permukaan air. Saya mencoba memberikan pertolongan dengan menyelam, tetapi korban sudah tidak terlihat lagi,” kenangnya.

Sepanjang proses pencarian, tim SAR gabungan mengaku menghadapi sejumlah kendala. Debit air Sungai Bodri yang cukup tinggi, arus deras, serta kondisi air keruh menyulitkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, upaya pencarian terus dilakukan dengan menyusuri aliran sungai yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban.

Usai dievakuasi dan menjalani proses identifikasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga Desa Bangunsari yang sejak awal mengikuti perkembangan proses pencarian.

Atas kejadian ini, petugas mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di bantaran sungai, terutama ketika debit air meningkat dan arus sedang deras.

0 Komentar