Kabupaten Kendal yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Jawa Tengah diharapkan dapat berkontribusi besar dalam mendukung kebutuhan program nasional tersebut. Namun demikian, penentuan harga tetap harus mengacu pada ketentuan pemerintah agar tidak merugikan peternak maupun penyelenggara program.
“Kami ingin peternak mendapatkan harga yang layak, tetapi di sisi lain program MBG juga harus berjalan efektif. Karena itu, semua harus mengacu pada harga dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkas Faris. (fur)
