MBG Kendal Jangkau 95 Persen Sekolah, 123 SPPG Beroperasi & 16 Siap Layani

MBG Kendal Jangkau 95 Persen Sekolah, 123 SPPG Beroperasi & 16 Siap Layani
ABDUL GHOFUR, BERI KETERANGAN - Koordinator MBG Kabupaten Kendal, M. Faris Maulana, memberikan keterangan terkait pelaksanaan dan evaluasi program MBG di Kabupaten Kendal, Kamis (25/6/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kendal menggelar rapat koordinasi evaluasi program bersama seluruh anggota satgas, Kamis (25/6/2026) siang. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan, kendala di lapangan, serta solusi agar seluruh sasaran penerima manfaat dapat terlayani secara optimal.

Dalam rapat yang digelar di kantor Sekretariat Daerah Kendal itu, masing-masing anggota satgas memaparkan capaian program, permasalahan yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan ke depan.

Sekretaris Daerah Kendal, Agus Dwi Lestari, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 140 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari jumlah tersebut, 123 SPPG telah beroperasi, sementara 16 lainnya dinyatakan siap operasional dan akan segera memberikan layanan kepada masyarakat penerima manfaat.

Baca Juga:Truk 65 Ton Tumbuk Tiang Jembatan Kali Bodri, Sopir Diduga Microsleep di PanturaBatang Siapkan Lahan 8 Hektare, Kejar Realisasi Sekolah Nasional Terintegrasi

“Rapat koordinasi ini kami lakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ada di lapangan sekaligus mencari solusi bersama. Harapannya, pada awal tahun ajaran baru nanti seluruh sekolah penerima manfaat sudah dapat terlayani,” ujar Agus.

Berdasarkan hasil evaluasi, kata Agus, masih terdapat sejumlah sekolah yang belum menerima layanan MBG. Namun jumlahnya tergolong kecil, yakni kurang dari lima persen dari total sasaran di Kabupaten Kendal. Dengan kata lain, program MBG telah menjangkau lebih dari 95 persen sekolah yang menjadi target.

Menurut Agus, kendala utama berada di wilayah dengan akses jalan yang masih sulit dijangkau kendaraan distribusi. Meski demikian, pemerintah optimistis persoalan tersebut dapat segera diatasi dengan penambahan SPPG yang siap beroperasi.

“Di Kabupaten Kendal saat ini ada 123 SPPG yang sudah operasional dan 16 SPPG yang siap operasional. Dengan tambahan tersebut, kami optimistis seluruh penerima manfaat yang belum terlayani dapat segera ter-cover,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendataan tidak hanya terbatas pada sekolah, tetapi juga terus dilakukan terhadap berbagai kelompok penerima manfaat lainnya, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga pondok pesantren. Data tersebut akan menjadi dasar dalam pemerataan distribusi layanan MBG pada tahun ajaran baru mendatang.

Sementara itu, Koordinator MBG Kendal, M. Faris Maulana, menyampaikan bahwa dalam rapat tersebut Satgas MBG juga membahas stabilitas pasokan bahan pangan, khususnya telur dan daging ayam, yang menjadi komponen penting dalam menu makan bergizi gratis.

0 Komentar