BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Batang tengah mengejar rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya. Saat ini, dua skema pengembangan pendidikan telah diajukan ke pemerintah pusat dan masih dalam tahap evaluasi.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengungkapkan bahwa pihaknya mengajukan dua opsi dalam proposal tersebut. Pertama, integrasi sekolah-sekolah yang sudah berdiri dengan lokasi saling berdekatan. Kedua, pembangunan kawasan pendidikan baru yang terpusat di Kecamatan Bandar.
“Kami mengajukan dua skema sekaligus, termasuk opsi pemanfaatan sekolah yang sudah ada,” ujar Faiz saat ditemui di kantornya, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga:Kenaikan Harga Aspal dan Solar Industri Bikin Proyek Jalan di Pekalongan Tertunda1.926 Warga Batang Terima BLT DBHCHT, Fokus pada Buruh dan Petani Tembakau
Pada skema pertama, sekolah-sekolah eksisting tetap beroperasi sebagai satuan pendidikan mandiri, namun dapat berbagi pakai fasilitas penunjang dalam satu kawasan layanan. Pendekatan ini dinilai lebih hemat lantaran tidak memerlukan pembangunan infrastruktur dari nol.
“Yang diperlukan hanyalah penambahan fasilitas pendukung bersama, sehingga seluruh siswa dan guru dalam kawasan itu bisa memanfaatkannya secara terpadu,” jelasnya.
Sementara untuk skema kedua, Pemkab Batang telah menyiapkan lahan seluas sekitar 8 hektare di Kecamatan Bandar. Meski demikian, luas tersebut masih di bawah ketentuan ideal dari pemerintah pusat yang mensyaratkan lahan minimal 20 hektare.
“Kami tetap optimistis meski lahannya baru 8 hektare. Proses pengajuan masih berjalan dan kami yakini usulan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan di Batang,” tambah Faiz.
Jika terealisasi, kawasan pendidikan terpadu itu akan mencakup jenjang pendidikan berkelanjutan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA dalam satu area terintegrasi. Pemkab berharap program ini dapat memperkuat kolaborasi antar sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas.
Program Sekolah Nasional Terintegrasi ini diharapkan menjadi pilar utama pemerataan pendidikan di Kabupaten Batang. Pemkab pun berkomitmen terus mengawal usulan tersebut hingga mendapat persetujuan dari pemerintah pusat, demi mencetak generasi unggul Batang ke depan. (fel)
