KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID – Kenaikan harga aspal dan solar industri akibat kondisi geopolitik internasional menyebabkan sejumlah proyek perbaikan jalan di Kabupaten Pekalongan mengalami keterlambatan pada tahun ini.
Kepala Bidang Bina Marga pada DPUPR Kabupaten Pekalongan, Faruq, menyampaikan bahwa pekerjaan sebenarnya sudah siap dilaksanakan sejak awal tahun. Namun, perubahan harga material memaksa pemerintah melakukan penyesuaian berulang terhadap dokumen perencanaan.
“Harga aspal sempat naik dua kali sehingga kami harus melakukan penyesuaian harga, revisi DED, serta memperbarui gambar perencanaan. Setelah itu harga solar industri juga naik sehingga perlu dilakukan penyesuaian kembali,” ujarnya.
Baca Juga:Disdikbud Batang Perpanjang Waktu Pendaftaran SPMB Imbas Pemadaman ListrikPemkab Batang Evaluasi Program MBG, SPPG yang Suspend Juga Disasar
Kondisi Mulai Membaik
Kondisi mulai membaik dalam beberapa hari terakhir setelah Pertamina mengeluarkan harga aspal terbaru. Dengan demikian, proses pengadaan dan pekerjaan fisik dapat kembali dilanjutkan. Faruq menambahkan, seluruh pekerjaan fisik mulai memasuki tahap pelaksanaan pada Juni 2026 setelah proses pelelangan dan pengadaan dilakukan.
Anggaran Rp49 Miliar untuk Penanganan Jalan
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengalokasikan anggaran sekitar Rp49 miliar untuk penanganan jalan. Anggaran tersebut berasal dari dana reguler, Pokok-pokok pikiran (Pokir), serta tambahan melalui mekanisme mendahului perubahan.
Dari total tersebut, sekitar Rp28 miliar merupakan anggaran tahun berjalan, sementara Rp21 miliar tambahan diperuntukkan bagi sejumlah ruas prioritas.
Ruas Prioritas dan Konstruksi Beton
Sejak awal Juni, proses pelelangan dan pengadaan telah dimulai, baik melalui e-katalog maupun penunjukan langsung. Sejumlah ruas jalan prioritas yang akan ditangani antara lain Kedungwuni–Pakisputih, Kedungwuni–Podo, serta ruas Karangdadap dari kawasan jembatan hingga bawah Jalan Tol.
Sedangkan untuk ruas yang kerap dilintasi kendaraan industri bermuatan berat, konstruksi yang digunakan direncanakan berupa perkerasan beton agar memiliki daya tahan lebih baik.
Perbaikan Jalan Longsor di Bojong
Selain peningkatan jalan, pemerintah juga menyiapkan perbaikan jalan terdampak longsor di wilayah Bojong dengan anggaran sekitar Rp2,8 hingga Rp2,9 miliar yang saat ini masih dalam tahap perencanaan.
Pemerintah berharap kondisi harga material tetap stabil sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai jadwal dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat. (yon)
