KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Puncak musim kemarau tahun ini membawa dampak serius bagi Kabupaten Kendal. Sepanjang periode Juni hingga pekan pertama Agustus 2026, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kendal mencatat sebanyak 19 kejadian kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di wilayah setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas kasus kebakaran tersebut dipicu oleh ulah manusia, khususnya kelalaian warga yang membakar sampah secara terbuka. Api dari pembakaran itu kemudian merambat ke semak belukar dan lahan kering di sekitarnya, yang kondisi vegetasinya sangat mudah terbakar akibat terik matahari dan minimnya curah hujan.
Sekretaris Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kendal, Iwan Muhtadi, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem selama musim kemarau menjadi faktor utama yang memperbesar risiko kebakaran. Daun kering, ilalang, dan rumput mati berubah menjadi bahan bakar alami yang siap menyulut api besar hanya dalam hitungan menit.
Baca Juga:Petani Kendal Temukan Jasad Pria di Kebun Jati Perhutani Tersono BatangAKBP Hendry Pamit dari Kendal, AKBP Ratna Siap Lanjutkan Sinergi Kamtibmas
“Kondisi vegetasi saat ini sangat rentan. Titik api kecil dari pembakaran sampah bisa dengan cepat meluas dan membakar lahan dalam skala lebih besar,” ungkap Iwan kepada awak media di Kantor Satpol PP Kendal, Rabu (5/8/2026).
Ia menambahkan, kebakaran lahan bukan hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat. Tak hanya itu, jika lokasi kebakaran berada di dekat pemukiman, risiko kerusakan rumah dan korban jiwa pun menjadi ancaman nyata.
Menurut Iwan, sebagian besar peristiwa karhutla sejatinya dapat dicegah dengan langkah sederhana, yaitu menghentikan kebiasaan membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Pihaknya pun terus menggencarkan sosialisasi ke desa-desa agar masyarakat memahami bahaya yang mengintai.
“Kami terus mengingatkan agar warga tidak membakar sampah, rumput kering, atau lahan pertanian. Risiko yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada keuntungan yang diperoleh,” tegasnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Satpol PP dan Damkar Kendal telah menyiagakan personel dan armada pemadam di beberapa pos strategis. Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan pun diperkuat guna memastikan respons cepat jika muncul titik api baru.
