PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menjadikan sektor pendidikan sebagai garda terdepan dalam menghadapi ancaman krisis ekologis penurunan muka tanah (land subsidence) yang mencapai rata-rata 5 sentimeter setiap tahunnya.
Upaya nyata tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kurikulum Kebencanaan bagi guru dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Pekalongan di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Rabu (16/10/2026).
Program edukasi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemkot Pekalongan dengan konsorsium pengelolaan air asal negara konsorsium internasional, Blue Deal Belanda.
Baca Juga:Safari Polantas Karib Pekalongan, Dirlantas Polda Jateng Dorong Komunitas Otomotif Pelopor KeselamatanMarak Diduga Mengandung Narkotika, Bea Cukai Tegal Imbau Anak Muda Bijak dan Waspada Penggunaan Vape
“Laju penurunan tanah 5 cm per tahun adalah alarm nyata bagi keberlangsungan kota. Melalui kemitraan dengan Blue Deal Belanda, kami menyuntikkan paradigma baru agar ekosistem sekolah membatasi penggunaan air tanah dan menjaga infrastruktur rumah pompa,” kata Kasi Peserta Didik dan Kurikulum SMP Disdik Kota Pekalongan, ST Kurnia Khasanah.
Nia menjelaskan, pelatihan ini fokus menanamkan tiga kesadaran utama di lingkungan sekolah, yaitu pembatasan konsumsi air tanah, pengolahan limbah cair domestik mandiri, serta perawatan sarana rumah pompa pembuang banjir rob.
Pendekatan Kurikulum Kebencanaan ini diharapkan dapat mengadopsi etos kesadaran tata kelola air (water management) ala Belanda demi mencetak generasi muda yang tanggap bencana dan peduli terhadap kelestarian ekosistem Kota Pekalongan. (mal)
