MWCNU Pekalongan Barat Beli Lahan Baru untuk Perluasan Kantor dan Parkir

MWCNU Pekalongan Barat Beli Lahan Baru untuk Perluasan Kantor dan Parkir
WAHYU HIDAYAT. TURBA PCNU – Ketua MWCNU Pekalongan Barat menjelaskan tentang program pengembangan gedung MWCNU yang sedang dijalankan, dalam acara Turba PCNU Kota Pekalongan di MWCNU Pekalongan Barat, Senin (3/8/2026).
0 Komentar

KOTA PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, terus bergerak mematangkan infrastruktur organisasi.

Langkah terbaru yang ditempuh adalah membeli sebidang lahan seluas 77 meter persegi yang terletak di sisi barat kantor sekretariat mereka di Jalan Supriyadi Nomor 99, Pekalongan Barat.

Lahan tambahan ini rencananya akan difungsikan untuk dua kebutuhan pokok, yaitu sebagai area parkir kendaraan dan lokasi pembangunan tangga akses menuju lantai dua gedung sekretariat yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Baca Juga:Petani Kendal Temukan Jasad Pria di Kebun Jati Perhutani Tersono BatangAKBP Hendry Pamit dari Kendal, AKBP Ratna Siap Lanjutkan Sinergi Kamtibmas

Ketua MWCNU Pekalongan Barat, Thoibin, menyampaikan bahwa keberadaan lahan tersebut sangat strategis karena bersebelahan langsung dengan kantor. Menurutnya, penambahan ruang ini sangat diperlukan guna menunjang kelancaran berbagai kegiatan organisasi, terutama yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Meskipun bangunan utama belum rampung seratus persen, kami sudah mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan untuk pembelian oleh MWCNU Pekalongan Barat,” ungkap Thoibin saat menerima kunjungan kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan di lokasi, Senin (3/8/2026).

Ia menambahkan, gedung sekretariat yang belum final itu pun telah difungsikan untuk beragam aktivitas rutin, seperti mujahadah setiap Senin malam, serta rapat dan pelatihan yang diselenggarakan oleh badan otonom NU, di antaranya IPNU, IPPNU, Fatayat NU, dan GP Ansor.

Thoibin juga mengaku bahwa kehadiran rombongan PCNU beserta jajaran pengurus MWC dan ranting se-Pekalongan Barat menjadi suntikan semangat tersendiri. “Kehadiran mereka memotivasi kami untuk terus berkhidmah dan menyelesaikan pembangunan kantor sebagai simbol kemandirian dan kemartabatan organisasi,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, Abdul Adhim, menjelaskan bahwa kegiatan turun ke bawah (turba) yang rutin digelar bertujuan untuk memperkuat konsolidasi internal, merapikan barisan kepengurusan, serta menyelaraskan program kerja antartingkatan organisasi.

Di sela kunjungan, Adhim juga mengajak seluruh ranting NU di Kota Pekalongan untuk menghidupkan kembali forum Lailatul Ijtima secara periodik, setidaknya satu kali dalam sebulan.

“Kami mendorong setiap ranting agar rutin menggelar Lailatul Ijtima sebagai media konsolidasi dan penguatan organisasi,” ujarnya.

Baca Juga:Desa Gempolsewu Siap Transformasi Jadi Sentra Ekonomi Modern Lewat Program KNMPMahasiswa Unnes Dorong Digitalisasi UMKM Jawisari Lewat QRIS dan Google Maps

Adhim yang juga merupakan dosen di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menambahkan bahwa forum tersebut dinilai efektif untuk menyosialisasikan berbagai program strategis, mulai dari gerakan Koin NU, penguatan kemandirian ekonomi organisasi, hingga pendampingan masyarakat di bidang kesehatan.

0 Komentar