Mahasiswa Unnes Dorong Digitalisasi UMKM Jawisari Lewat QRIS dan Google Maps

Mahasiswa Unnes Dorong Digitalisasi UMKM Jawisari Lewat QRIS dan Google Maps
ABDUL GHOFUR. PENDAMPINGAN - Mahasiswa KKN dampingi pelaku UMKM menerapkan digitalisasi usaha melalui QRIS dan promosi online guna memperluas pasar serta meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat Desa Jawisari, Selasa (4/8/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Pelaku usaha mikro di Desa Jawisari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, mulai memasuki era digital berkat pendampingan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Giat 16.

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi melalui pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran modern dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps.

Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi serta Tujuan 9 yang berkaitan dengan industri, inovasi, dan infrastruktur perdesaan.

Baca Juga:Maulid Akbar Kanzus Sholawat 2026 Digelar 20 September, Rangkaian Acara Meriah DisiapkanSiswa Baru MAN Batang Dibekali Literasi Digital, Cegah Hoaks dan Jaga Jejak Digital

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan kepada dua pelaku UMKM lokal, yaitu usaha keripik pisang milik Ibu Tri dan usaha gula aren milik Bapak Ponijan. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari proses pembuatan QRIS hingga pengenalan manfaat pemasaran digital melalui Google Maps agar usaha lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.

Penanggung jawab program, Nadjwa Salsabila, menyatakan bahwa digitalisasi menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar UMKM di era modern.

“Kami berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan Google Maps sebagai media promosi sehingga jangkauan usaha semakin luas dan produk lebih dikenal masyarakat,” ujar Nadjwa, Selasa (4/8/2026).

Sementara itu, penanggung jawab pendampingan QRIS, Ririn Fitriana, menjelaskan bahwa pembayaran digital kini menjadi kebutuhan di tengah perubahan pola transaksi masyarakat.

“QRIS memberikan kemudahan bagi penjual maupun pembeli karena transaksi menjadi lebih praktis, aman, dan efisien. Harapannya, UMKM Desa Jawisari semakin siap memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha,” tegas Ririn.

Program yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nina Farliana ini melibatkan sepuluh mahasiswa yang secara aktif terjun langsung memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku usaha.

Pemilik usaha keripik pisang, Ibu Tri, menyambut positif adanya pendampingan tersebut. Ia mengaku selama ini pemasaran produknya masih mengandalkan informasi dari mulut ke mulut.

Baca Juga:DPUPR Pekalongan Wajibkan BPJS Ketenagakerjaan, Pencairan Termin Proyek DisyaratkanTarget IKD Kendal Baru 16 Persen, Dispendukcapil Jemput Bola dan Wajibkan Aktivasi

“Dengan adanya QRIS dan Google Maps, semoga usaha kami semakin mudah ditemukan dan pembayaran menjadi lebih praktis. Ini sangat membantu kami yang selama ini masih konvensional,” katanya.

Hal serupa disampaikan oleh Ponijan, pemilik usaha gula aren. Ia berharap teknologi digital dapat membantu memperluas pemasaran produknya hingga ke luar desa.

0 Komentar