Siswa Baru MAN Batang Dibekali Literasi Digital, Cegah Hoaks dan Jaga Jejak Digital

Siswa Baru MAN Batang Dibekali Literasi Digital, Cegah Hoaks dan Jaga Jejak Digital
NOVIA ROCHMAWATI. EDUKASI - Diskominfo Batang saat memberikan edukasi literasi digital ke siswa baru MAN Batang.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Ratusan siswa baru MAN Batang tidak hanya mendapatkan pembekalan karakter melalui kegiatan kepramukaan, tetapi juga dibekali pemahaman tentang literasi digital. Materi ini mencakup cara menyaring informasi, menghindari berita palsu (hoaks), hingga menjaga rekam jejak digital di tengah gempuran teknologi.

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kemah Bakti OSIS (KBO) dan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) MAN Batang yang berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Agustus 2026, di Lapangan Sipucung, Desa Wonobodro, Kabupaten Batang. Kegiatan dengan tema “Gelorakan Aksi, Rekat Kolaborasi, dan Ukir Prestasi” ini diikuti oleh 294 siswa kelas X serta didukung sekitar 70 panitia.

Ketua Panitia KBO dan PTA MAN Batang, Dimas Justin Hanan Ramadhani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai pengenalan lingkungan sekolah sekaligus pembentukan mental bagi para siswa baru.

Baca Juga:DPUPR Pekalongan Wajibkan BPJS Ketenagakerjaan, Pencairan Termin Proyek DisyaratkanTarget IKD Kendal Baru 16 Persen, Dispendukcapil Jemput Bola dan Wajibkan Aktivasi

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah sekaligus melatih mental siswa baru. Selain itu, menjadi bagian dari proses Penerimaan Tamu Ambalan dalam kegiatan kepramukaan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (4/8/2026).

Selain materi kepramukaan, para peserta juga mendapatkan edukasi literasi digital dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang. Dimas menilai materi tersebut sangat relevan mengingat hampir seluruh aktivitas generasi muda saat ini tidak terlepas dari penggunaan teknologi dan media sosial.

“Di zaman sekarang, literasi digital sangat penting karena hampir semua informasi tersebar melalui media digital. Kami berharap ilmu yang diberikan bisa dipahami dan diterapkan oleh seluruh peserta,” jelasnya.

Dimas juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah menerima atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, membiasakan diri melakukan pengecekan fakta menjadi langkah krusial agar tidak terjebak dalam penyebaran berita bohong.

“Kalau mendapat informasi, sebaiknya dicek terlebih dahulu, dibandingkan dengan sumber lain, atau dikonfirmasi langsung kepada pihak yang mengetahui agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Diskominfo Batang, Ardhy Vebriansyah, menekankan pentingnya pemahaman etika dalam ruang digital. Para siswa diberikan wawasan mengenai bahaya penyebaran hoaks, pencurian data pribadi, hingga berbagai modus penipuan yang memanfaatkan platform digital.

0 Komentar