“Setiap aktivitas di internet dapat meninggalkan rekam data yang berpotensi berdampak pada masa depan, meskipun unggahan telah dihapus. Karena itu, bijaklah dalam bermedia sosial dan pahami konsekuensi dari setiap unggahan,” ungkap Ardhy.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para siswa baru MAN Batang mampu menjadi generasi digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi. Mereka tidak hanya siap menghadapi dunia pendidikan, tetapi juga tantangan dunia maya yang semakin kompleks.
“Kami berharap bekal literasi digital ini dapat membentuk siswa yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan keamanan dan etika digital,” pungkas Dimas. (nov)
