Desa Gempolsewu Siap Transformasi Jadi Sentra Ekonomi Modern Lewat Program KNMP

Desa Gempolsewu Siap Transformasi Jadi Sentra Ekonomi Modern Lewat Program KNMP
ABDUL GHOFUR. SOSIALISASI - Pelaksanaan sosialisasi rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Senin (4/8/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Kendal mulai menggencarkan transformasi kawasan pesisir melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari.

Program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini dirancang untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengintegrasikan aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, menjelaskan bahwa pembangunan KNMP tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan.

Baca Juga:Maulid Akbar Kanzus Sholawat 2026 Digelar 20 September, Rangkaian Acara Meriah DisiapkanSiswa Baru MAN Batang Dibekali Literasi Digital, Cegah Hoaks dan Jaga Jejak Digital

Program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat pengolahan hasil tangkapan, serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan pesisir.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan upaya membangun kawasan nelayan secara menyeluruh. Yang dibangun bukan hanya sarana fisik, tetapi juga ekosistem ekonomi pesisir sehingga mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan dan kesejahteraan nelayan,” tegas Hudi saat ditemui di kantornya, Senin (3/8/2026).

Ia memaparkan, kawasan KNMP Gempolsewu akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang saling terintegrasi. Di antaranya revetment atau pelindung pantai, tambatan perahu, dinding penahan tanah (DPT), shelter pendaratan ikan, pabrik es portabel, kios perbekalan, tangki air bersih, jalan kawasan, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berbasis bioteknologi.

Menurut Hudi, revetment dibangun untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan gelombang laut, sedangkan tambatan perahu akan mempermudah kapal nelayan bersandar dan melakukan bongkar muat hasil tangkapan. Shelter pendaratan ikan dipersiapkan agar proses penanganan hasil tangkapan menjadi lebih cepat dan higienis sebelum didistribusikan ke pasar.

“Pabrik es portabel menjadi fasilitas penting untuk menjaga mutu dan kesegaran ikan, sehingga nilai jual hasil tangkapan nelayan dapat meningkat. Ini akan sangat membantu nelayan dalam mempertahankan kualitas produk mereka,” ujarnya.

Selain itu, kios perbekalan dan tangki air bersih akan menunjang kebutuhan operasional nelayan selama melaut. Sementara itu, IPAL berbasis bioteknologi disiapkan untuk mengolah limbah perikanan agar tidak mencemari lingkungan pesisir dan tetap menjaga kelestarian ekosistem laut. Infrastruktur jalan kawasan juga dibangun guna memperlancar konektivitas antarfasilitas sehingga distribusi hasil tangkapan menjadi lebih efisien dan cepat.

0 Komentar