1.926 Warga Batang Terima BLT DBHCHT, Fokus pada Buruh dan Petani Tembakau

1.926 Warga Batang Terima BLT DBHCHT, Fokus pada Buruh dan Petani Tembakau
NOVIA ROCHMAWATI, SALURKAN - Masyarakat Batang saat memberikan BLT DBHCHT.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Sebanyak 1.926 warga di Kabupaten Batang menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) tahun 2026. Bantuan ini menyasar buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, hingga petani tembakau skala kecil sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok yang bergantung pada sektor pertembakauan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Willopo, mengatakan penyaluran BLT DBHCHT merupakan bagian dari pemanfaatan dana cukai yang dikembalikan kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jumlah penerima tahun ini sebanyak 1.926 orang. Bantuan ini memang dikhususkan bagi pelaku usaha pertembakauan, berbeda dengan bantuan sosial pada umumnya,” ujarnya saat memantau penyaluran di Pabrik Rokok MPS Tulis, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga:Disdikbud Batang Perpanjang Waktu Pendaftaran SPMB Imbas Pemadaman ListrikPemkab Batang Evaluasi Program MBG, SPPG yang Suspend Juga Disasar

Sasaran Penerima Bantuan

Ia menjelaskan, penerima bantuan terdiri dari buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, serta petani tembakau dengan luas lahan di bawah satu hektare. Kelompok tersebut dinilai sebagai pihak yang paling terdampak sekaligus berperan dalam rantai industri hasil tembakau.

Dari total penerima, sebanyak 1.100 buruh pabrik rokok telah menerima bantuan lebih awal, sementara sisanya disalurkan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Penyaluran kepada buruh pabrik rokok sudah berjalan sejak kemarin dan hari ini masih berlangsung. Kami juga melakukan pemantauan langsung agar tepat sasaran,” jelasnya.

Nominal Bantuan dan Harapan

Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu yang merupakan akumulasi selama dua bulan, masing-masing Rp300 ribu per bulan yang dicairkan sekaligus.

Willopo menegaskan, BLT DBHCHT diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para pekerja dan petani tembakau, sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi mereka di tengah fluktuasi sektor tembakau.

“Harapannya bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat dan mendukung kesejahteraan mereka,” katanya.

Ia menambahkan, dana DBHCHT tidak hanya digunakan untuk bantuan langsung tunai, tetapi juga dialokasikan untuk sektor kesehatan, penegakan hukum, serta program peningkatan kesejahteraan masyarakat. (nov)

0 Komentar