KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID – Ribuan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) memadati Gedung Student Center UIN KH. Abdurrahman Wahid Kajen dalam gelaran Pekalongan Edu-Summit 2026, Kamis (25/6/2026). Mengusung tema “Mendengar dari Kelas, Bergerak untuk Masa Depan”, forum ini diikuti oleh satuan pendidikan dari jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, serta berbagai organisasi profesi PTK se-Kabupaten Pekalongan.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, ini menjadi ajang strategis bagi para guru untuk berdiskusi dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan pendidikan maupun isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Turut hadir dalam forum tersebut Ketua MKKS SMP Kabupaten Pekalongan, Ketua K3S SD dan TK Kabupaten Pekalongan, Ketua IGTKI, HIMPAUDI, IGABA, IGTKM, dan IGRA Kabupaten Pekalongan, serta para guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang.
Baca Juga:Polres Kendal Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis Via Instagram, 2 Pengedar DitangkapTruk 65 Ton Tumbuk Tiang Jembatan Kali Bodri, Sopir Diduga Microsleep di Pantura
Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pekalongan Edu-Summit 2026. Ia menilai forum ini sebagai wadah yang brilian untuk mendorong para guru berinteraksi, berdiskusi, dan mengeluarkan ide serta gagasan konstruktif.
“Edu Summit ini sebuah gagasan yang sangat brilian. Guru-guru diajak untuk berinteraksi, berdiskusi, mengeluarkan ide dan gagasan, serta yang tidak kalah penting adalah problem solving-nya luar biasa. Mereka akan mampu memetakan problem-problem yang ada di masyarakat dan juga anak didiknya, sekaligus mengedukasi lingkungannya, baik soal banjir, wisata, longsor, ekonomi, dan seterusnya. Ini sangat keren,” ujar Sukirman di hadapan para peserta.
Ia menegaskan, hasil-hasil pemikiran yang lahir dari forum tersebut tidak akan berhenti sebagai diskusi semata. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan rencana kerja ke depan.
“Dan hasilnya akan kami ambil, akan kami adopsi menjadi sebuah rencana kerja dari pemerintah daerah. Insya Allah tahun 2027 pasti ada yang nyantol dari problem-problem itu,” katanya.
Sukirman bahkan menyebut Pekalongan Edu-Summit 2026 sebagai role model yang diharapkan dapat direplikasi di perangkat daerah lain. Menurutnya, pendekatan serupa juga relevan diterapkan di sektor kesehatan dan bidang lainnya.
