SEMARANG, RADARPEKALONGAN.ID – Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Imam Bardjo, Pleburan, Semarang, pada Minggu (5/7/2026) pagi mendadak berubah menjadi ruang kelas terbuka bagi sejumlah mahasiswa jurusan Pariwisata Universitas Semarang (USM). Bukan sekadar berjalan-jalan menikmati akhir pekan, para mahasiswa ini tampak asyik mengantre dan mewawancarai pedagang arum manis berkarakter boneka yang sedang diserbu pembeli di sepanjang kawasan CFD.
Aksi turun ke lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa USM tersebut rupanya merupakan bagian dari tugas praktikum mata kuliah Jurnalistik Pariwisata yang diampu oleh dosen Dr. Yuliyanto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si. Kuliner lokal arum manis dengan berbagai variasi bentuk dipilih karena dinilai memiliki daya tarik wisata kuliner yang kuat, terutama bagi anak-anak dan remaja di Kota Semarang.
Salah satu mahasiswa USM yang ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa selain menikmati sajian kuliner, ia juga memanfaatkan momen tersebut untuk menggali data secara langsung dari para pedagang. Tugas ini memberikan pengalaman berharga karena mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lapangan.
Baca Juga:Kepengurusan ALTI Kota Pekalongan Resmi Dikukuhkan, Siap Kembangkan Trail Run dan PariwisataPendamping PKH Kota Pekalongan Ditarget Graduasi 24 KPM Per Tahun, Dorong Kemandirian Ekonomi
“Saya beli arum manis karena bentuk bonekanya lucu sekali. Momen ini sekalian saya manfaatkan untuk menggali data dan bertanya langsung kepada pedagang mengenai suka duka mereka berjualan di area CFD,” ujar salah satu mahasiswa USM di lokasi.
Siti Fatonah, salah satu pedagang arum manis yang diwawancarai oleh para mahasiswa, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mereka. Wanita yang sudah tiga tahun berjualan di kawasan CFD tersebut menyebutkan bahwa dagangannya yang dihargai Rp20.000 hingga Rp25.000 per bungkus selalu ludes terjual sebelum pukul 09.00 WIB. Antusiasme pembeli terhadap arum manis berbentuk boneka ini menunjukkan bahwa kuliner kreatif memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata kuliner di Semarang.
Melalui tugas jurnalistik ini, para mahasiswa USM tidak hanya belajar memproduksi berita dan menggali informasi dari narasumber, tetapi juga secara tidak langsung turut mempromosikan potensi UMKM kuliner lokal yang menjadi salah satu penggerak ekonomi di kawasan CFD Semarang. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dikemas secara kreatif dan aplikatif, serta memberikan manfaat ganda bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar. (Anang)
