Pendamping PKH Kota Pekalongan Ditarget Graduasi 24 KPM Per Tahun, Dorong Kemandirian Ekonomi

Pendamping PKH Kota Pekalongan Ditarget Graduasi 24 KPM Per Tahun, Dorong Kemandirian Ekonomi
ISTIMEWA, PENDAMPNG - Pendamping PKH di Kota Pekalongan ditargetkan graduasi 24 KPM per tahun.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) terus mendorong peningkatan kemandirian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk memastikan program bantuan sosial tepat sasaran dan tidak menciptakan ketergantungan, setiap pendamping PKH ditargetkan mampu menggraduasi sedikitnya 24 KPM setiap tahun.

Sekretaris Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Nur Agustina, menjelaskan bahwa target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi 23 pendamping PKH yang saat ini bertugas di Kota Pekalongan. Dengan demikian, setiap pendamping diharapkan dapat menggraduasi rata-rata dua KPM setiap bulan, baik melalui jalur graduasi mandiri maupun melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing keluarga penerima manfaat.

“Targetnya setiap pendamping mampu menggraduasi 24 KPM dalam setahun atau rata-rata dua KPM setiap bulan. Graduasi bisa dilakukan melalui graduasi mandiri maupun melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi sesuai kondisi masing-masing keluarga,” katanya.

Baca Juga:Wali Murid SDN Plantaran 3 Kendal Tolak Rencana Merger, Khawatir Anak Jadi Korban BullyingPolres Pekalongan Resmikan Bedah Rumah Nenek Duriyah, Hadiah Hari Bhayangkara ke-80 yang Menyentuh

Hingga pertengahan tahun 2026, capaian kinerja para pendamping dinilai cukup positif. Rata-rata setiap pendamping telah berhasil menggraduasi sekitar enam KPM dari target yang ditetapkan. Meskipun demikian, Dinsos-P2KB tetap memberikan keleluasaan kepada para pendamping untuk menyesuaikan target dengan kondisi riil masyarakat serta perkembangan usaha ekonomi keluarga di masing-masing wilayah dampingan, mengingat setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda-beda.

Agustina menjelaskan, keberhasilan graduasi sangat ditentukan oleh intensitas pertemuan kelompok antara pendamping dan KPM. Dalam setiap pertemuan, para pendamping tidak hanya melakukan validasi data, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.

“Kunci keberhasilan graduasi ada pada pendampingan yang dilakukan secara rutin. Dalam setiap pertemuan kelompok, pendamping tidak hanya melakukan validasi, tetapi juga memberikan edukasi agar KPM semakin mandiri dan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik,” tutupnya. (nul)

0 Komentar