PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Ratusan siswa SMK Muhammadiyah Kedungwuni memadukan semangat kemerdekaan dengan kepedulian lingkungan melalui gelaran karnaval kreatif dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Mengangkat tema “Semangat Pemberdayaan Lingkungan”, kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreasi siswa dalam mengolah barang-barang tak terpakai menjadi kostum yang menarik dan bernilai seni tinggi. Pawai dimulai pukul 08.00 WIB dari gerbang SMK Muhammadiyah Kedungwuni di Pertigaan Podo, melewati SDN Kedungwuni Barat, dan kembali lagi ke sekolah.
Sepanjang perjalanan, warga sekitar disuguhi pemandangan kostum-kostum unik yang terbuat dari berbagai limbah, seperti plastik bekas, kertas, hingga kemasan produk sehari-hari. Kegiatan berlangsung tertib dan meriah, berkat pendampingan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Juwita, serta para wali kelas dari seluruh tingkatan.
Baca Juga:MUI Kendal Resmi Punya Ketua Umum Baru, Fasilitas Ibadah di Kawasan Industri Jadi SorotanMuhammadiyah dan Polres Kendal Sepakat Perkuat Sinergi Tangkal Tawuran hingga Judi Online
Juwita menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memeriahkan hari kemerdekaan, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai kreativitas dan kesadaran lingkungan kepada para siswa.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa sampah bukanlah akhir dari segalanya. Barang bekas masih bisa diolah menjadi sesuatu yang indah dan berguna,” ujarnya di sela-sela acara.
Kepala SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Muhammad Pasa Hidayat, turut memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, karnaval ini merupakan bentuk pembelajaran nyata yang menggabungkan unsur edukasi, kolaborasi, dan kecintaan terhadap lingkungan.
“Ini bukan sekadar pawai seremonial. Lewat kegiatan ini, siswa belajar bekerja sama, mengekspresikan ide, dan menunjukkan bahwa mereka peduli pada masa depan lingkungan,” tuturnya dengan rasa bangga.
Salah satu peserta, Firman, siswa kelas X, mengaku sangat menikmati pengalaman tersebut. Ia merasa bangga dapat berkontribusi dalam kampanye lingkungan melalui busana yang dikenakannya.
“Senang sekali bisa ikut. Selain merayakan kemerdekaan, kami juga belajar mengolah barang bekas jadi kostum keren. Ini pengalaman yang tidak terlupakan,” ujar Firman antusias.
Karnaval kreatif ini menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan dapat dikemas dengan pendekatan inovatif dan berdaya guna. SMK Muhammadiyah Kedungwuni berhasil mengubah momen refleksi sejarah menjadi ruang belajar yang menyenangkan, sekaligus berdampak positif bagi siswa dan masyarakat sekitar. (mal)
