SMPN 4 Pekalongan Rutinkan TRYAS Budaya Setiap Pagi, Tanamkan Karakter Religius pada Siswa

SMPN 4 Pekalongan Rutinkan TRYAS Budaya Setiap Pagi, Tanamkan Karakter Religius pada Siswa
MALEKHA, PEMBIASAAN - SMP Negeri 4 Pekalongan terus memperkuat pendidikan karakter melalui program pembiasaan religius bertajuk TRYAS Budaya.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – SMP Negeri 4 Pekalongan terus mengokohkan komitmennya dalam pembentukan karakter siswa melalui program pembiasaan religius yang diberi nama TRYAS Budaya. Program yang telah menjadi bagian dari budaya sekolah ini dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebelum jam pelajaran dimulai, dengan melibatkan seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX.

Khofina Ulfa, salah seorang guru di SMP Negeri 4 Pekalongan, menjelaskan bahwa TRYAS Budaya merupakan akronim dari Tadarus Al-Qur’an, Rotib, Yasin, dan Asmaul Husna. Program ini menjadi salah satu implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang bertujuan membentuk siswa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki kepribadian yang tangguh.

“Kegiatan ini dilaksanakan setiap pagi selama kurang lebih 20 menit, mulai pukul 07.00 sampai 07.20 WIB. Seluruh siswa mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan pendampingan guru,” ujar Khofina.

Baca Juga:Dishub Batang Gencar Sosialisasi Aturan Sepeda Listrik, Anak Usia Sekolah Jadi Sasaran UtamaPlt Kemenag Batang: Ditjen Pesantren Jadi Momentum Perbaikan Nasib Ustaz TPQ

Ia memaparkan bahwa setiap hari dalam sepekan memiliki kegiatan pembiasaan yang berbeda-beda. Pada hari Senin, seluruh siswa mengikuti apel pagi sebagai pembuka pekan. Hari Selasa diisi dengan pembacaan Rotibul Hadad yang dipandu oleh Ahmad Fuad, S.Pd.I. Sementara itu, hari Rabu dilanjutkan dengan pembacaan Rotibul Atos yang juga dibimbing oleh guru yang sama.

Kegiatan pada hari Kamis diisi dengan pelantunan Asmaul Husna bersama-sama yang dipandu oleh Siti Khalimah, S.Pd.I. Adapun hari Jumat menjadi momen pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), sedangkan hari Sabtu diisi dengan kegiatan Tadarus Al-Qur’an yang juga dipandu oleh OSIS. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut didampingi oleh para guru sesuai dengan jadwal piket yang telah ditetapkan sekolah.

Menurut Khofina, serangkaian kegiatan dalam TRYAS Budaya tidak sekadar menjadi rutinitas keagamaan semata, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa. Melalui pembacaan rotib dan dzikir secara berjamaah, siswa dibiasakan untuk mengembangkan sikap syukur, rendah hati, sabar, serta istiqamah dalam menjalankan kebaikan.

“Saat membaca Asmaul Husna, siswa tidak hanya menghafal nama-nama Allah, tetapi juga diajak memahami maknanya dan meneladani sifat-sifat-Nya dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, bertanggung jawab, dan penuh kasih sayang,” jelasnya.

0 Komentar