Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) PCNU Kota Pekalongan menggelar Pelatihan Setting Sound System Masjid bagi puluhan pengurus takmir se-Kota Pekalongan pada Sabtu (18/7/2026) malam.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan tersebut diikuti oleh 40 perwakilan takmir. Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengelola tempat ibadah dalam mengoperasikan serta menata sistem audio secara profesional demi mendukung kekhusyukan ibadah.
Ketua LTM NU Kota Pekalongan, RM Firdaus, menegaskan bahwa perangkat tata suara (sound system) merupakan elemen vital dalam menunjang pelayanan masjid kepada para jemaah.
Baca Juga:Waspada Kekeringan Musim Kemarau di 7 Kecamatan, Dispaperta Batang Disagakan Puluhan Pompa AirDiduga Korsleting Listrik saat Magrib, Dua Rumah di Weleri Kendal Hangus Terbakar
“Sound system bukan sekadar perangkat pengeras suara, tetapi bagian penting dari pelayanan masjid. Takmir perlu memahami prinsip dasar instalasi maupun pengelolaannya agar suara yang dihasilkan jelas dan nyaman didengar,” kata RM Firdaus, Sabtu.
Pelatihan teknis ini menghadirkan akademisi dari Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung, Suharjono, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, pakar tata suara yang akrab disapa Pak Jhon ini menggarisbawahi bahwa target utama penataan audio masjid bukanlah menghasilkan volume suara terkeras, melainkan kejernihan kualitas vokal.
“Suara terbaik adalah suara yang membuat ibadah terasa nikmat, tilawah terdengar jelas, dan kegiatan tholabul ilmi berlangsung nyaman tanpa mengganggu konsentrasi jemaah,” ujar Suharjono.
Ia memaparkan empat elemen fundamental dalam kalkulasi instalasi audio, yakni pemahaman karakteristik pengeras suara (speaker), dimensi akustik ruangan, pola perambatan gelombang suara, serta karakteristik pendengar.
Pengetahuan teknis ini krusial untuk menentukan spesifikasi, posisi, dan jumlah speaker yang tepat guna meminimalkan potensi gema (echo) maupun feedback mendenging di area mihrab.
Selain materi teori, pelatihan diisi dengan sesi konsultasi masalah lapangan, seperti penanganan kendala sengatan listrik pada mikrofon hingga pemetaan tata letak perangkat yang disesuaikan dengan arsitektur bangunan masjid.
Melalui pelatihan ini, LTM NU PCNU Kota Pekalongan berharap para takmir mampu menerapkan standar pengelolaan audio yang efektif dan efisien, sehingga penyampaian azan, khotbah, maupun kajian keagamaan dapat diterima jemaah dengan sempurna. (way)
