Waspada Kekeringan Musim Kemarau di 7 Kecamatan, Dispaperta Batang Disagakan Puluhan Pompa Air

Waspada Kekeringan Musim Kemarau di 7 Kecamatan, Dispaperta Batang Disagakan Puluhan Pompa Air
NOVIA ROCHMAWATI. BERAKTIVITAS - Aktivitas petani di sawah di daerah Kasepuhan Batang.
0 Komentar

Batang, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) mengintensifkan langkah mitigasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian.

Sebagai langkah antisipasi krisis air, Dispaperta menyiagakan puluhan unit pompa air yang tersebar di 50 desa guna mengamankan pasokan air pada Musim Tanam III (MT III) hingga kemungkinan Musim Tanam IV (MT IV).

Sekretaris Dispaperta Kabupaten Batang, Syam Manohara, menjelaskan bahwa penyiagaan sarana pengairan ini merespons peringatan potensi kemarau panjang yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Baca Juga:Diduga Korsleting Listrik saat Magrib, Dua Rumah di Weleri Kendal Hangus TerbakarPerkuat Sinergi Kamtibmas, TNI-Polri dan Kejaksaan di Kendal Gelar Senam Bersama di Makodim

“Dispaperta sudah mempersiapkan langkah-langkah yang harus ditempuh, terutama menghadapi musim tanam ketiga bahkan kemungkinan musim tanam keempat. Di 50 desa kami sudah siagakan pompa,” kata Syam Manohara, Senin (20/7/2026).

Syam menambahkan, selain unit pompa yang telah terpasang di 50 desa rawan, pihaknya juga menyiapkan cadangan armada pompa air di gudang penyimpanan dinas. Fasilitas cadangan ini siap didistribusikan secara cepat (mobile) apabila terdapat wilayah pertanian yang mengalami defisit air mendadak.

Pemetaan 7 Kecamatan Rawan Kekeringan

Berdasarkan hasil pemetaan geografis, Dispaperta menetapkan tujuh kecamatan kawasan perbukitan dan lahan tadah hujan dalam status radar kewaspadaan tinggi.

Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kecamatan Pecalungan, Reban, Tersono, Bawang, Wonotunggal, Bandar, dan Blado. Karakteristik geografis serta keterbatasan sumber air alami menjadikan kawasan ini memiliki risiko lebih tinggi terpapar dampak kemarau.

Terkait dengan program Bantuan Benih APBD, Dispaperta memilih kebijakan fleksibel dengan menunda penyalurannya hingga ketersediaan air lahan dinilai mencukupi. Penyaluran benih di saat kondisi tanah kering dinilai berisiko memicu gagal tanam bagi para petani.

“Pengadaan maupun distribusi benih baru akan dilakukan setelah intensitas hujan mulai turun atau ketika kelompok tani telah memiliki kepastian pasokan pengairan yang memadai,” ujar Syam menambahkan.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispaperta Batang, Rini Diana Anggriani, mengonfirmasi bahwa sejauh ini kondisi pertanaman padi di Kabupaten Batang masih tergolong aman terkendali.

Baca Juga:Saluran Irigasi 310 Meter Mulai Dibangun, Petani Margorejo Kendal Gelar Tradisi Doa BersamaRangkul Komunitas Ojol di Weleri, Kapolres Kendal Minta Pengemudi Jadi Pelopor Keselamatan Jalan

Pada Juni 2026, capaian luas tanam padi di Batang tercatat mencapai 4.390 hektare tanpa adanya laporan kekeringan skala masif dari petugas lapangan. Keberhasilan ini didukung oleh optimalisasi rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan sarana konservasi air yang diselesaikan sejak awal tahun. (nov)

0 Komentar