Saluran Irigasi 310 Meter Mulai Dibangun, Petani Margorejo Kendal Gelar Tradisi Doa Bersama

Saluran Irigasi 310 Meter Mulai Dibangun, Petani Margorejo Kendal Gelar Tradisi Doa Bersama
ABDUL GHOFUR. DOA BERSAMA - Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, menggelar doa bersama dan selamatan sebagai bentuk rasa syukur sebelum dimulainya pengerjaan pembangunan saluran irigasi, Sabtu (18/7/2026).
0 Komentar

Kendal, RADARPEKALONGAN.ID — Pembangunan saluran irigasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Blok Ngudi Makmur di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, resmi dimulai pada Sabtu (18/7/2026).

Sebagai penanda dimulainya pengerjaan infrastruktur pertanian tersebut, puluhan petani bersama tokoh masyarakat, pengurus P3A, dan jajaran pemerintah desa menggelar tradisi syukuran dan doa bersama di lokasi proyek.

Infrastruktur irigasi yang digarap ini memiliki total panjang mencapai 310 meter yang mencakup penguatan dinding di sisi kanan dan kiri saluran. Pembangunan ini ditargetkan mampu meningkatkan efisiensi serta kelancaran distribusi air ke kawasan persawahan warga.

Baca Juga:Diduga akibat Puntung Rokok, 1 Hektar Kebun Tebu Siap Panen di Kajen Pekalongan Ludes TerbakarPeringati Harkop Ke-79, Dekopinda Ziarah ke Makam Tokoh Koperasi dan Pendiri Kospin Jasa Pekalongan

Kepala Seksi Pelayanan Pemerintah Desa Margorejo, Nanang Kurniawan, menjelaskan bahwa pembenahan jaringan irigasi merupakan kebutuhan vital bagi keberlangsungan usaha tani warga setempat.

“Pembangunan saluran irigasi ini bukan sekadar membangun fisik, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan petani. Kami berharap pekerjaan berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan mampu memberikan manfaat nyata,” kata Nanang Kurniawan, Sabtu.

Nanang menambahkan, ketersediaan pasokan air yang merata dan teratur sangat menentukan tingkat produktivitas lahan, khususnya saat memasuki musim tanam. Keberadaan saluran permanen ini diharapkan mampu menekan risiko kekeringan atau krisis air di tingkat petak sawah.

Selain fungsi teknis, tradisi doa bersama sebelum pembangunan mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga erat di kalangan masyarakat desa.

Pihak pemerintah desa mengimbau seluruh elemen petani untuk tidak hanya mengawal pengerjaan fisik bangunan, tetapi juga berkomitmen merawat fasilitas irigasi tersebut secara swadaya setelah rampung dikerjakan. (fur)

0 Komentar