Wakil Wali Kota Pekalongan Apresiasi Program Magang Jepang, 82 Peserta Siap Cetak Karier Global

Wakil Wali Kota Pekalongan Apresiasi Program Magang Jepang, 82 Peserta Siap Cetak Karier Global
ISTIMEWA. APRESIASI - Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab mengapresiasi Program Magang Jepang.
0 Komentar

Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID – Sebanyak 82 pemuda dari wilayah eks-Karesidenan Pekalongan resmi menyelesaikan Pelatihan Tahap I Program Magang Jepang yang digelar di GOR SMK Syafi’i Akrom, Kota Pekalongan, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, dan IM Japan.

Selama kurang lebih tiga bulan, para peserta dibekali berbagai kompetensi dasar, mulai dari penguasaan bahasa Jepang, keterampilan teknis sesuai bidang industri, hingga pembentukan kedisiplinan dan pemahaman mendalam tentang budaya kerja di negeri Sakura. Pelatihan ini dirancang untuk mematangkan kesiapan mental dan teknis peserta sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja internasional.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan program yang untuk pertama kalinya dipusatkan di Kota Pekalongan. Menurutnya, inisiatif ini membuka jalan bagi generasi muda lokal untuk mengasah kapasitas diri sekaligus memperluas akses karier hingga ke tingkat global.

Baca Juga:Pabrik Kemasan Premium Rp 728 Miliar Resmi Beroperasi di KIK Kendal, Serap 800 Tenaga KerjaTabrakan Beruntun di Pegandon Kendal, Pengendara Motor Asal Gubugsari Meninggal Dunia

“Kami menyambut positif adanya program magang ini karena menjadi sarana strategis bagi anak-anak muda dalam meningkatkan kompetensi, etos kerja, dan pemahaman budaya kerja. Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Balgis di sela-sela acara penutupan.

Lebih lanjut, orang nomor dua di lingkungan Pemkot Pekalongan itu menegaskan bahwa pengalaman bekerja di industri Jepang tidak hanya membuka peluang karier lintas negara, tetapi juga berpotensi menekan angka pengangguran di daerah.

Oleh karena itu, ia mengingatkan para peserta agar senantiasa menjaga integritas, kedisiplinan, dan perilaku positif selama menjalani program, demi menjaga nama baik pribadi maupun daerah asal.

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kota Pekalongan, Muhamad Subhan, menjelaskan bahwa pemilihan Kota Pekalongan sebagai tuan rumah pelatihan tahap pertama didasarkan pada kepercayaan dan kapasitas daerah dalam mendukung program berskala nasional ini.

Usai menyelesaikan tahap daerah, para peserta akan melanjutkan ke pelatihan tingkat nasional sebelum akhirnya diberangkatkan ke Jepang secara bertahap mulai November mendatang.

Subhan menambahkan, program ini tidak hanya fokus pada pembekalan bahasa dan keterampilan teknis, tetapi juga mengutamakan aspek keselamatan kerja dan kepastian legalitas. Dengan demikian, seluruh peserta dijamin memperoleh perlindungan hukum serta hak-hak ketenagakerjaan yang layak selama masa magang di Jepang.

0 Komentar