Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal mengantarkan produk komoditas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kopi asal Jawa Tengah menembus pasar internasional dengan raihan transaksi mencapai Rp 2,9 miliar.
Capaian positif tersebut diraih usai BI Tegal memboyong tiga UMKM kopi binaannya dalam ajang pameran Java Coffee and Flavors Festival (JCFF).
Kepala KPw BI Tegal, Bimala, mengungkapkan bahwa keikutsertaan UMKM dalam ajang tersebut berhasil membuahkan kesepakatan bisnis strategis (business matching) dengan pembeli dari mancanegara.
Baca Juga:Pertahankan Predikat Informatif, Pemkot Pekalongan Bidik Target 10 Besar Keterbukaan Informasi Jawa TengahKucurkan Hibah Rp 20 Miliar, Pemkab Kendal Targetkan Pembangunan RSNU Selesai Akhir 2026
“Alhamdulillah, salah satu UMKM kopi binaan kami berhasil menembus business matching perdagangan dengan buyer dari Yunani senilai Rp 1,4 miliar. Rencananya pengiriman produk dilakukan pada Agustus mendatang,” ujar Bimala, Kamis (23/7/2026).
Bimala melanjutkan, UMKM kopi binaan BI Tegal lainnya juga berhasil mengamankan kesepakatan transaksi jual-beli dengan importir asal Prancis senilai Rp 1,5 miliar.
Selain membukakan akses pasar ekspor, BI Tegal memfasilitasi kemitraan pembiayaan perbankan dengan Bank Mandiri untuk pengembangan kapasitas produksi UMKM kopi lokal, seperti di kawasan Curug Genteng, Kabupaten Pekalongan.
Guna menjaga konsistensi kualitas pasokan ekspor, BI Tegal juga memberikan pendampingan teknis melalui program Sekolah Iklim Kopi di Kabupaten Pekalongan. Program ini dirancang untuk membekali petani kemampuan adaptasi cuaca ekstrem demi menjaga produktivitas panen.
Melalui penguatan pemasaran dan kurasi standar mutu pasar global, BI Tegal optimistis komoditas kopi lokal dari wilayah eks-Karesidenan Pekalongan akan semakin berkibar di kancah internasional. (yon)
