Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Kebiasaan calon penumpang kereta api jarak jauh di Stasiun Pekalongan mulai bergeser seiring meluasnya penggunaan teknologi pemindai wajah (face recognition).
Metode verifikasi digital ini secara bertahap menggantikan pemeriksaan identitas manual dan penggunaan kertas boarding pass fisik.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mencatat, sebanyak 123.931 penumpang telah memanfaatkan fasilitas pemindai wajah di Stasiun Pekalongan sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.
Baca Juga:HUT Ke-421 Kendal, Bupati Dyah Sebut Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Kendal Tertinggi di JatengMarak Tren Belanja Online, Pedagang Bendera Musiman di Kendal Mengeluh Penjualan Anjlok
Capaian tersebut tumbuh 1,84 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebanyak 121.689 orang.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, membenarkan tren positif peningkatan kepemilikan dan penggunaan fitur digital tersebut di Stasiun Pekalongan.
“Proses boarding jadi lebih cepat. Di sisi lain, penggunaan kertas tiket juga berkurang signifikan,” ujar Luqman, Senin (27/7/2026).
Sistem pemindai wajah ini mampu memangkas waktu pemeriksaan di gerbang masuk secara presisi. Penumpang yang telah mendaftarkan identitasnya cukup berdiri di depan kamera pemindai tanpa perlu menagihkan kartu identitas fisik maupun cetakan tiket.
Selain memberikan efisiensi waktu alur keberangkatan bagi para penumpang, pengurangan cetak kertas tiket juga mendukung gerakan ramah lingkungan (go green) serta menekan volume sampah harian di area stasiun.
KAI Daop 4 Semarang memastikan akan terus mempertahankan dan mengoptimalkan keandalan sistem digital tersebut guna meningkatkan kenyamanan pengguna jasa transportasi kereta api di Pekalongan. (way)
