Kendal, RADARPEKALONGAN.ID — Jelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, para pedagang pernak-pernik kemerdekaan mulai marak membuka lapak di sepanjang jalan protokol Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Namun, harapan meraup rezeki melimpah justru terganjal oleh penurunan omzet secara mendalam.
Salah seorang pedagang bendera musiman asal Garut, Jawa Barat, Ihsan Taufik Alam (27), menuturkan bahwa daya beli masyarakat di lapak fisik terus menurun drastis jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga:Memasuki Musim Kemarau, PUDAM Batang Garansi Pasokan Air Bersih dari Mata Air Bismo AmanGenjot Pendapatan Daerah, Pemkab Pekalongan Konsolidasi Penagihan Pajak Kendaraan hingga RT/RW
“Kalau dibandingkan tahun 2022 dan 2023, penjualan sekarang jauh menurun. Mulai 2024 sampai 2026 terus turun karena sekarang saingannya banyak, terutama penjualan secara online,” ujar Ihsan saat ditemui di barat Alun-alun Kendal, Senin (27/7/2026).
Ihsan yang telah lima tahun berturut-turut berjualan di Kendal memaparkan, pergeseran pola belanja masyarakat ke platform digital (e-commerce) membuat pasar pedagang pinggir jalan makin tergerus.
Padahal, pada masa kejayaannya, seorang perajin atau pedagang musiman mampu mengantongi keuntungan bersih hingga Rp 4,5 juta dalam satu musim jualan menjelang 17 Agustus.
Di lapak sederhananya, Ihsan menjual berbagai perlengkapan HUT RI seperti bendera Merah Putih berukuran 90–150 sentimeter, umbul-umbul, banner, hingga background dekoratif dengan kisaran harga Rp 35.000 hingga Rp 350.000 per lembar.
Meski harus menanggung biaya makan dan tempat tinggal secara mandiri selama merantau di Kendal, Ihsan tetap memelihara asa agar momen peringatan kemerdekaan tahun ini masih membawa berkah bagi para pedagang kecil. (fur)
