BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Gelaran kejuaraan balap otomotif Sprint Rally di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tidak hanya menghadirkan persaingan adu cepat. Pihak penyelenggara, Bintang Automotive, turut mengusung konsep ramah lingkungan (green event) selama kegiatan berlangsung pada 25–27 September 2026.
Penerapan green event tersebut diwujudkan melalui edukasi langsung kepada pengunjung, pemilahan jenis sampah di tempat, hingga rantai pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Koordinator Event Waste Management (EWM), Septiany Punti Dewi, mengapresiasi inisiatif panitia yang memasukkan manajemen kebersihan sebagai komponen utama perencanaan acara.
Baca Juga:187 Kursi Jabatan Kosong, Plt Bupati Pekalongan Sukirman Lanjutkan Penataan PejabatKejar Deadline KPK, Pemkab Kendal Pacu Delapan OPD Tuntaskan Dokumen MCP 2026
“Event rally ini menerapkan konsep green event melalui edukasi pengunjung, pemilahan, dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Aspek kebersihan tidak lagi ditangani sekadar usai acara, melainkan dipikirkan sejak awal,” kata Septiany di Batang, Selasa (29/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, EWM berkolaborasi dengan World Cleanup Day (WCD) Jawa Tengah menurunkan belasan relawan. Mengolah lahan seluas 200 meter persegi sebagai tempat penampungan sementara, relawan bertugas sejak pukul 07.00 hingga 17.00 WIB untuk memilah material organik, anorganik terdaur ulang, limbah B3, hingga residu.
Berdasarkan pemutakhiran data per Selasa (29/9/2026), total material daur ulang yang berhasil terkumpul mencapai 190,7 kilogram (15,6 persen). Rinciannya mencakup botol plastik (64,12 kg), kardus (37,63 kg), botol kaca (15 kg), tutup botol (11,35 kg), kaleng (5,3 kg), tetrapack (4,8 kg), serta limbah B3 sebanyak 2,3 kg.
Selain itu, tim EWM juga mencatat volume sampah organik sebesar 52,5 kilogram dan sampah residu sekitar 1,033 kilogram. Melalui inisiatif ini, ajang balap berskala besar terbukti tetap dapat berjalan selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan. (nov)
