Musim Panen Tembakau Kendal, Petani Optimistis Harga Naik di Tengah Kemarau

Musim Panen Tembakau Kendal, Petani Optimistis Harga Naik di Tengah Kemarau
ABDUL GHOFUR. TUMBUH SUBUR - Tanaman tembakau warga Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, tumbuh subur tanpa gangguan hamai, Selasa (28/7/2026).
0 Komentar

Menurutnya, durasi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang menjadi faktor penentu utama karena cuaca ekstrem tersebut terbukti mampu meningkatkan kadar nikotin dan tekstur daun, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap harga jual di tingkat petani.

“Kalau melihat kondisi cuaca seperti sekarang, tidak ada alasan harga tembakau jatuh. Kemarau panjang membuat kualitas daun jauh lebih bagus sehingga kami berharap harga jualnya juga tinggi,” tegas Suwanto saat ditemui di lahannya, Selasa (28/7/2026).

Di sisi lain, para petani mulai menunjukkan pergeseran pola budidaya yang lebih ramah lingkungan. Mereka mulai mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dan beralih pada penggunaan agen hayati alami untuk mengendalikan serangan hama.

Baca Juga:KOF 2026 Tembus 462 Ribu Pengunjung, Transaksi Tembus Rekor Rp60,6 Miliar di KendalDominasi Turnamen Voli Mahasiswa di Jakarta, USM Kawinkan Gelar Juara Putra dan Putri

Pendampingan dari dinas terkait diharapkan dapat memperkuat praktik pertanian berkelanjutan ini, sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem lahan pertanian.

Meskipun cuaca ekstrem kadang menjadi tantangan tersendiri, petani di Ringinarum tetap bersyukur karena sejauh ini tanaman tembakau di wilayah tersebut tumbuh subur tanpa gangguan hama yang berarti.

Harapan akan harga jual yang tinggi dan panen yang melimpah pun menggema di tengah hiruk-pikuk aktivitas di ladang, menandai awal dari musim panen yang penuh optimisme bagi masyarakat agraris Kendal. (fur)

0 Komentar