PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Hamparan genangan air pasang laut atau rob yang selama hampir satu dekade merendam bekas area persawahan di kawasan Perumahan Korpri RSS, Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, kini menjelma menjadi destinasi wisata baru yang diminati masyarakat.
Di tangan Thyas Agung (42), tenaga PPPK paruh waktu di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, genangan yang dulu identik dengan bencana itu berhasil disulap menjadi arena wisata dayung kano dengan panorama senja yang memikat.
Ditemui di lokasi pada Selasa sore (28/7/2026), Thyas menceritakan bahwa ide tersebut lahir dari rasa ingin tahu setelah menonton konten wisata kano di platform berbagi video. Dengan modal awal sekitar Rp10 juta, ia memberanikan diri memesan dua unit kano dari Bali.
Baca Juga:Kendal Ditunjuk sebagai Lokus Percontohan Agroforestry Berbasis Pengurangan Emisi KarbonTBM Dimurti Latih Pegiat Literasi Kelola Medsos, Optimalkan Publikasi Program
Tak disangka, respons publik melampaui ekspektasi. Konten yang diunggah ke media sosial langsung viral, menyebabkan lonjakan permintaan penyewaan hingga pengunjung harus mengantre dan melakukan reservasi berhari-hari sebelumnya.
“Awalnya hanya iseng menonton video di YouTube. Saya mencari informasi tentang pembuat kano, menanyakan harga, lalu memberanikan diri membeli dua unit sesuai kemampuan. Ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi, hingga saya menambah empat kano lagi. Sekarang total ada enam unit,” ujar Thyas.
Wisata yang mulai beroperasi sejak 1 Mei 2025 tersebut dikelola bersama sang istri. Total investasi yang ditanamkan mencapai sekitar Rp30 juta. Genangan rob yang telah merendam kawasan itu sejak 2016 dimanfaatkan sebagai wahana wisata air yang aman, dengan kedalaman rata-rata hanya sekitar satu meter. Setiap pengunjung diwajibkan mengenakan jaket pelampung, sementara satu kano dapat menampung dua orang dewasa dan satu anak.
“Berbeda dengan wisata air pada umumnya, di sini pengunjung bebas mendayung sendiri menikmati suasana tanpa batasan waktu. Cukup membayar Rp20 ribu,” ungkapnya.
Pesona alam menjadi daya tarik utama. Pada pagi hari, wisatawan dapat mendayung menyusuri perairan hingga mendekati kawasan mangrove. Sementara sore hari menjadi primadona, karena hamparan air berpadu dengan langit jingga menciptakan pemandangan matahari terbenam yang memukau. Ketika kondisi tidak terlalu ramai, Thyas dengan sukarela membantu mengabadikan momen pengunjung melalui foto dan video sebagai layanan tambahan.
